Mangkir Dari Panggilan Jaksa, Direktur PT Inti Artha Nusantara Masuk DPO

KBRN, AMBON : Kejaksaan Tinggi Maluku resmi memasukkan Direktur PT Inti Artha Nusantara Hartanto Hoetomo dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Hal ini dilakukan menyusul panggilan ketiga yang dilayangkan oleh korps adhyaksa diabaikan Hoetomo.Tersangka kasus korupsi proyek Pembangunan Taman  Kota  Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini  masih  tetap  mangkir dari panggilan jaksa.

Setelah dimasukkan dalam DPO, Hoetomo kini menjadi salah satu buronan negara  yang dikejar Kejaksaan. 

Sebelumnya Hoetomo telah ditetapkan sebagai tersangka bersama mantan Kadis PUPR KKT Andrianus Sihasale, Wilelma Fenanlampir selaku PPTK, dan Frans Yulianus Pelamonia selaku pengawas.

Tiga rekannya kini telah berstatus terdakwa dan  sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Ambon.

Ketiganya langsung ditahan saat memenuhi panggilan penyidik Kejati Maluku untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. 

Berbeda dengan tiga rekannya, sebaliknya, panggilan yang disampaikan  jaksa tidak dipenuhi oleh Hoetomo yang saat itu sedang berada di Surabaya.Jaksa kemudian melayangkan panggilan kedua dan ketiga,  tapi ternyata tetap tidak diindahkan. 

Menyikapi sikap tidak kooperatif Hoetomo, Kejati Maluku langsung mengambil sikap tegas,  dengan memasukkannya dalam daftar buronan negara.

“Kita sudah layangkan panggilan  tiga kali  secara baik-baik tapi tidak juga dipenuhi, untuk itu saat ini pihak Kejati Maluku sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung untuk memasukan Hoetomo ke daftar pencarian orang (DPO),” jelas Kajati Maluku Rorogo Zega kepada wartawan di Kantor Kejati Maluku, Jumat (23/7/2021).

Dia menegaskan, Hoetomo  tetap akan dimintai pertanggungjawabannya dalam kasus korupsi yang telah merugikan negara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00