Jemput Paksa, Ibu Rumah Tangga Korupsi Lahan Tawiri Ini Langsung Ditahan

KBRN, AMBON : Johana Soplanit alias JRS diinapkan di Hotel Prodeo Lapas Perempuan Ambon, Jumat (23/7/2021). Penahanannya dramatis. Ia harus dijemput paksa oleh Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku dirumahnya. 

Penjemputan terhadap Ibu rumah tangga yang berdomisili di Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon ini akibat dari tidak mengindahkan panggilan Penyidik selama tiga kali. Ia ikut terlibat penyalagunaan anggaran Pembebasan Lahan Milik Negeri Tawiri untuk Pembangunan Dermaga dan Sarana/Prasarana Lantamal IX Ambon Negeri Tawiri tahun 2015 senilai Rp 3,8 M.

"Penangkapan terhadap tersangka karena telah tidak mengindahkan 3 kali panggilan secara patut oleh Penyidik,  Tersangka di nyatakan DPO, kemudian ditangkap Jumat siang tadi,"ungkap Kepala Kejati Rorogo Zega kepada wartawan, sore tadi (Jumat). 

Kajati Zega, didampingi Aspidsus Kejati Maluku, Rudy, Koordinator Kejati Maluku, I Gede Widhartama, Kasi Dik Kejati Maluku, Ye Oceng Ahmadaly dan Kasi Penuntutan Kejati Maluku, Achmad Attamimi. Zega menjelaskan, setelah penangkapan itu, tersangka kemudian digiring ke Kantor Kejati Maluku untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. 

Dalam pemeriksaan sebagai tersangka, Soplanit dicecar 21 pertanyaan seputar kasus tersebut. 

"Setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangkan, tersangka lalu ditahan di Lapas Perempuan Ambon. Tersangka didimaksud berdasarkan Hasil Perhitungan Kerugian Negara dari Inspektorat Provinsi Maluku sejumlah Rp. 3,8 M. Penahanan dimaksud dilakukan selama 20 (dua puluh) hari di Rutan Ambon," tandas Kajati. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00