Kasus Korupsi ADD-DD Sirisori Islam Naik Dik

KBRN, AMBON : Tim penyidik Kejaksaan Cabang Negeri Ambon di Saparua resmi menaikan status kasus dugaan korupsi  penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di Negeri Sirisori Islam, Kecamatan Saparua Timur dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Naiknya status kasus ini, setelah melalui rangkaian penyelidikan dengan memeriksa sekitar 50 orang terkait.

"Naiknya status kasus ini ke tahap penyidikan, setelah tim penyidik menemukan adanya berbagai penyimpangan dalam pengelolaan anggaran tahun 2018,"ucap Kepala Cabang Kejari Ambon di Saparua, Ardy kepada wartawan, di Ambon.

Menurutnya, berdasarkan ekspos perkara pada Jumat 18 Juni 2021 pekan kemarin,tim penyidik berkesimpulan telah terjadi penyalahgunaan ADD dan DD Sirisori Islam. Sehingga statusnya berubah ke penyidikan.

Sebelumnya diberitakan, personel Kejaksaan Cabang Kejari Ambon di Saparua terus menggarap bukti-bukti tindak pidana korupsi dalam kasus penyalahgunaan ADD dan DD tahun 2018 senilai Rp 1,5 miliar lebih, di Negeri Sirisori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Malteng.

Kepala Cabang Kejari Ambon di Saparua Ardy mengatakan, sejak kasus ini ditelusuri tim kejaksaan, sudah terhitung 30 saksi terkait diperiksa.

“Ada sekitar 30 orang lebih kita sudah periksa,” ujar Ardy.

Sekedar tahu saja, Kejaksaan Cabang Negeri Saparua diam-diam mengusut kasus dugaan korupsi penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun 2018 senilai Rp 1,5 miliar lebih, di Negeri Sirisori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Kacabjari Saparua, Ardy, mengatakan, pengusutan dugaan korupsi ADD dan DD tersebut dilakukan setelah menerima laporan dari sejumlah masyarakat.Dari laporan itu menyebutkan, ada indikasi terjadi perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan ADD dan DD tahun 2018 di desa tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00