Ancaman Penjara 1,6 Tahun Bagi Penjual Togel Online Di Mardika

KBRN, AMBON : Ancaman mendekam selama 1,6 tahun penjara  disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku dalam sidang  dengan terdakwa  Supriyadi alias Pardi. 

Pria berusia 37 tahun ini  harus  duduk di kursi pesakitan karena kedapatan menjual toto gelap (Togel) online di kawasan Mardika, Kecamatan Sirimau, Ambon, Maluku.

Hadir didampingi kuasa hukumnya, Herberth Dadiara,  warga Waihakila Rt.001/Rw.019 , Kecamatan Sirimau, Kota Ambon  ini dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana perjudian sebagaimana diatur dalam pasal 303 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan vonis kepada terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan (1,6), dikurangi selama terdakwa berada di tahanan,” ungkap JPU, Ester Wattimury  saat membacakan tuntutan  di pengadilan Negeri Ambon, Senin (14/6/21).

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Jenny Tulak, Jaksa juga meminta agar barang bukti berupa uang tunai  sebesar Rp.1 juta lebih dan beberapa barang bukti lain dirampas untuk negara.

Dalam pertimbangannya,  JPU menilai terdakwa berlaku sopan dipersidangan,  sedangkan yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas kasus perjudian di kota Ambon.

Pardi   tertangkap pada 5 Desember 2020  sekitar 15.50 Wit, di Terminal Mardika.  Sebelumnyapetugas dari Ditreskrimum Polda Maluku telah  mendapat informasi dari masyarakat kalau  dia   sering menjual togel online, di pinggir jalan mobil anngkot jurusan STAIN.

Dari informasi tersebut, petugas langsung melakukan pemantauan.  Pardi kemudian tertangkap oleh petugas kepolisian  dan diproses hukum.Terhadap tuntutan  jaksa, hakim menunda sidang hingga, Senin, 21 Juni 2021  mendatang, untuk agenda pledoi dari kuasa hukum terdakwa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00