Pemilik Paket Tembakau Sintetis Dituntut 8,6 Tahun Penjara

KBRN, AMBON : Rahman Hatta alias Hamang, warga kompleks Tanah Rata, Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, kini terancam mendekam lama di penjara. Pria berusia 20 tahun ini   dituntut Jaksa Penuntut Umum Kejati Maluku, Senia Pentury, dengan hukuman  selama 8,6 tahun penjara, dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Senin,(14/6/21).

Sebagai pemilik tembakau sintetis, Hamang  dinyatakan terbukti  bersalah melanggar pasal 112 ayat 1 undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda Rp.800 juta subsider dua bulan kurungan.

Tuntutan tersebut dibacakan dihadapan majelis hakim yang diketuai Lutfi Alzaglagi dibantu dua hakim anggota lainnya,  dan kuasa hukumnya, Penny Tupan. 

Dalam tuntutannya JPU menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada 6 November 2021 sekitar jam 11. 00 WIT.   Anggota kepolisian  yang mendapatkan informasi bahwa akan ada barang paketan berupa tembakau sintetis dikirim melalui jasa pengiriman J&T  di Kebun Cengkeh Desa Batu Merah, langsung melakukan pemantauan. 

 Selanjutnya, Sabtu 7 November 2021,  terdakwa  terlihat  datang  untuk mengambil paketan tersebut. Saat paketan dibawa keluar, Hamang tidak dapat berkutik saat dihampiri petugas dan langsung diamankan.

Ketika  diinterogasi, terdakwa mengakui paketan tersebut berisi tembakau sintetis,  dan menjalani proses hukum di  Ditresnarkoba Polda Maluku.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan barang bukti berupa narkoba jenis tembakau sintetis sebanyak 2 paket dibungkus dalam plastik klem berwarna hitam yang adalah  milik terdakwa.Majelis hakim kemudian  menunda sidang hingga pekan depan  dengan agenda pledoi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00