Berkas Dua ASN Narkoba Masih Ditangan Jaksa

KBRN, AMBON : Berkas lima tersangka jaringan narkotika antar provinsi yang ditangani Penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku sedang diteliti Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. 

Kelima tersangka yang telah ditahan di Rutan Kelas IIA Ambon itu, diantaranya, dua ASN Kanwil Kemenkum dan Ham Maluku, IP dan MC. Dua kurir, FN dan EP. Sedangkan RB adalah bandar Narkoba. 

"Untuk 5 tersangk, berkas sudah di Kejatii Maluku masih menunggu kabar P21, Silakan teman-teman pers supaya dikawal ya," ungkap Kepala BNN BNNP Maluku, Brigjen Pol M.Z Muttaqien via whatsapp kepada RRI, Minggu (13/6/21).

Berkas ditangan Jaksa, akui Jendeal bintang satu itu, adalah untuk meneliti berkas perkara tersangka hasil rangkaian penyidikan yang dilakukan oleh penyidik. 

"Jadi kita tunggu P21 (lengkap) saja oleh Jaksa. Dikawal ya," ajak Muttaqien. 

Sebelumnya, Muttaqien menyebut, penyidik sedang melakukan koordinasi dengan beberapa bank di Kota Ambon, untuk menelusuri aliran dana yang berasal dari rekening milik bandar narkoba berinsial RB,  yang mengendalikan jaringan narkoba antar provinsi dari balik jeruji besi.

Hal ini dilakukan untuk pengembangan terhadap lima tersangka yang telah ditangkap  awal April 2021 lalu.  Kelima tersangka  yang telah ditahan di Rutan Kelas IIA Ambon berinsial FN, EP, MC, IR dan RB. 

“BNNP juga koordinasi dengan beberapa bank, untuk mengetahui aliran dana yang digunakan tersangka untuk memuluskan barang haram,”tulis Kepala BNNP Maluku, Brigjen Pol M.Z Muttaqien via whatsapp kepada media ini, Kamis (22/4/21).

Menurutnya,  dari  rekening tersangka RB yang berada dibeberapa bank, dapat diketahui asal aliran dana masuk maupun keluar yang diduga merupakan transaksi narkoba.

Jenderal bintang satu ini menegaskan  tidak ingin kecolongan lagi, sehingga tersangka RB kini telah dipindahkan  ke penjara khusus di Rutan kelas IIA Ambon. Pengawasan juga dilakukan super ketat, mengingat RB selama menjalani penahanan di penjara ternyata masih bisa mengendalikan jaringannya  untuk bertransaksi narkoba. 

“Untuk Tsk “Rb” Bandar yang  kendalikan jaringan narkoba  antar provinsi sudah dikirim ke penjara khusus super ketat ke rutan Ambon,”tegasnya. 

BNNP lanjut Muttaqien masih  berkoordinasi untuk  menyamakan persepsi dengan  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, terkait proses  penyidikan. Dia berharap, lewat proses hukum ini ada efek jera yang ditimbulkan, mengingat  jaringan ini juga melibatkan oknum ASN.  

Pihaknya juga sedang mengupayakan untuk melengkapi  berkas administrasi agar dapat segera dilakukan penyerahan  tahap I ke Kejaksaan. 

“Kita upayakan untuk secepatnya melengkapi berkas administrasi penyidikan  untuk pemberkasan  guna kepentingan tahap I di Kejati Maluku,”tukasnya.

Dia juga menyebutkan,  Criminal Justice System  Maluku  yang terdiri  dari BNN, Kejati Maluku, Pengadilan tinggi & Kanwil Kumham Maluku akan  tetap solid  dan   Merah Putih dalam penegakan hukum Undang-Undang  Narkotika demi menyelamatkan generasi penerus bangsa di Maluku. 

 “Alhamdulillah Pak  Kajati Maluku, Ketua Pengadilan Tinggi Maluku, Ka Kanwil Kumham Maluku kemarin silatutahim yang  luar  biasa,  sudah sepakat satu persepsi untuk  “Merah Putih” dalam penegakan Hukum Tindak Pidana Narkoba," Sekali lagi.

Muttaqien juga menghimbau, agar masyarakat terus meningkatkan iman dan taqwa mulai dari ketahanan diri dengan menerapkan anti narkoba dalam keluarga.  Sebab  pengguna narkoba hanya akan berakhir diga tempat, yaitu rumah sakit, penjara dan  kuburan.

Sekedar tahu, lima  tersangka dugaan tindak pidana narkotika  terdiri dari dua kurir, dua PNS dan satu Napi.   Mereka langsung   ditahan selama 20 hari kedepan, terhitung 11 April 2021 hingga 30 April 2021. 

Robi Tamatala alias RB adalah  saudara dari  Gerald Tamatala, terpidana narkotika yang dipenjara di Nusakambangan. RB  ditangkap tak lama setelah dua rekannya  tertangkap di Bandara internasional  Pattimura Ambon bersama barang bukti narkotika jenis sabu seberat 50 gram Sabu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00