Residivis Narkoba Dibui 7 Tahun Penjara

KBRN, AMBON : Relis Patiserlihun divonis Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon dengan pidana penjara selama tujuh (7) tahun, dalam sidang yang berlangsung, Senin, (17/5). Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp. 1 miliar subsider 2 bulan kurungan.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyahgunaan narkotika jenis sabu. Serta memvonis terdakwa agar dipenjara selama 7 tahun penjara, denda Rp.1 miliar subsider 2 bulan kurungan,” ungkap Hamja Kailul selaku hakim ketua dalam amar putusannya. Hadir kuasa hukum terdakwa Robeth Lesnussa dan Jaksa penuntut umum E. Wattimury.

Menurut Hakim, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di persidangan, sedangkan yang memberatkan, terdakwa adalah residivis narkoba yang sampai kini masih menjalani hukuman di Lapas Kelas II A Ambon.

Vonis majelis hakim ini diketahui lebih ringan daripada tuntutan jaksa yang sebelumnya meminta agar terdakwa dipenjara selama 12 tahun.

Jaksa penuntut umum Kejati Maluku  dalam dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada, 13 November 2019 sekitar pukul 19.15 WIT di jalan masuk Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Ambon kasawan Waiheru, Kecamatan Baguala Kota Ambon.

Awalnya, petugas dari Ditresnarkoba Polda Maluku mendapatkan informasi dari informan bahwa rekan terdakwa Ronadl Pattiradjawane (berkas terpisah) sedang menuju Rutan Ambon untuk mengantarkan narkoba kepada terdakwa Relis Pattiserlihun. 

"Tidak menunggu lama, petugas bergerak cepat ketika terdakwa sedang berjalan menuju ke Rutan. Dari interogasi, terdakwa membawa 6 paket sabu. Terdakwa mengaku, barang bukti tersebut terpidana Relis  yang menyuruhnya agar membawanya ke Rutan," ungkap JPU.

Dari pengakuan terdakwa, petugas kemudian berkoordinasi dengan petugas Rutan dengan tujuan agar melakukan penggeledahan terhadap kamar terpidana Relis. Dari penggeledahan ditemukan, satu HP Samsung warna putih tanpa kartu dan batrei. Dari pengakuan Relis, dia disuru residivis Gerald Tomatala untuk mengambil barang haram tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00