Usai Miras, Korban Dibunuh Dengan Pisau, Leinussa Diadili

KBRN, AMBON : Aksi nekat ditunjukan terdakwa Jefry Safry Leinussa alias Jefry. Pria 24 tahun warga Air Mata Cina, RT.003/RW 002, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon ini nekat menghabisi rekannya usai mengkonsumsi minuman keras di dalam kamar kost  yang terletak di kawasan Air Mata Cina. 

Akibat perbauatan itu, Jefry yang merupakan karyawan Wiraswasta itu, harus duduk di kursi pesakitan pada pengadilan Negeri Ambon untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Persidangan kasus pembunuhan berdarah ini, di buka dengan mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum Kejari Ambon, dipimpinLutfi selaku hakim ketua ditemani dua rekan hakim anggotanya. Terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Herberth Dadiara, pada persidangan, Senin (17/5/21).

Jaksa Beatrik Novi Temmar dalam berkas dakwaannya menyebut, tindak pidana yang dilakukan terdakwa tepatnya 1 Januari 2021 sekitar pukul 12.30 WIT, tepatnya di dalam kamar kosong dekat kamar kost milik korban di kawasan Air Mata Cina.

Awalnya, terdakwa bersama korban Jhon, saksi Frits dan saksi Topan bersama-sama mengkonsumsi minuman keras. Karena korban sudah mabuk, terdakwa bersama rekannya Frits membawa korban ke lantai II kamarnya untuk istirahat. Saat sampai lantai II, korban tidak tahu mengapa memukul kepala terdakwa menggunakan benda tajam mengenai pelipis kiri mengakibatkan kepala terdakwa terluka.

Selanjutnya, terdakwa menarik tubuh korban ke dalam kamar kosong dekat kamar kost  korban yang berada di lantai II. Kemudian, terdakwa turun ke lantai I untuk membersihkan luka pada pelipisnya.

Karena tidak puas dengan tindakan korban, terdakwa kembali naik ke lantai II lalu mengambil sebilah pisau yang berada di samping korban kemudian menusuk tubuh korban mengenai rusuk kiri, leher dan dada korban secara beruntun hingga korban tewas.

“Perbuatan terdakwa didakwa melanggar pasal 338 dan 351 ayat (3)  KUHP,” jelas JPU dalam berkas dakwaannya.

Setelah mendengarkan dakwaan jaksa, hakim menunda sidang hingga Senin (24/5), untuk mendengarkan pemeriksaan saksi-saksi fakta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00