Puncak Kasus Positif Covid di Maluku Diprediksi Februari

KBRN, Ambon : Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid 19 Provinsi Maluku memprediksi puncak kasus positif Covid di Maluku akan terjadi pada bulan Februari 2021. Prediksi itu dikemukakan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid Maluku  Dony Rerung. 

"Prediksi akan terjadi lonjakan kasus pada bulan Februari Itu berdasarkan kajian pakar epidemiology," kata Rerung dalam jumpa pers di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (21/01/2021).

Namun Rerung yang juga Kepala Balai Kesehatan Paru Provinsi Maluku ini, tidak menjelaskan secara spesifik jumlah kasus yang diprediksi melonjak pada bulan Februari.

Ia hanya menjelaskan bahwa untuk menekan laju konfirmasi, Pemerintah Provinsi Maluku dan juga Kota Ambon sejak hari ini mewajibkan ASN menjalani Rapid Antigen di sebuah tenda yang sudah disiapkan di halaman belakang kantor gubernur.

Rapid Antigen yang diwajibkan kepada seluruh ASN berlaku selama 14 hari. Mereka yang  dinyatakan positif berdasarkan hasil Rapid Antigen, akan diarahkan untuk menjalani Uji Swab untuk memastikan apakah mereka terpapar Covid atau tidak. 

 "Jadi, nanti siapa pun yang beraktivitas dalam kantor gubernur dan kantor-kantor pemerintahan, wajib menunjukkan kartu Rapid Antigen. Pejabat yang datang dari luar Maluku dengan membawa hasil Rapid Antigen juga akan dirapid ulang," tegas Rerung.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selain kebijakan Rapid Antigen, Pemerintah Provinsi dan Kota Ambon akan kembali memberlakukan  Work of Home (WFH) atau bekerja dari rumah dengan prosentasi 50 persen masuk kantor dan 50 persen bekerja dari rumah.

Dari data yang dirilis Satgas Penanganan Covid Provinsi Maluku, hingga Rabu, 20 Januari 2021, total kasus positif Covid di Maluku tercatat sebanyak 6.148 kasus. Total sembuh tercatat sebanyak 5.133 orang, meninggal 92 orang dan yang masih menjalani perawatan sebanyak 923 orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00