FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Medio Januari, 14 Ribu Nakes se-Maluku Akan Divaksinasi

KRBN, Ambon :  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku secara resmi telah menerima kedatangan Vaksin Covid 19 di Bandara Internasional Pattimura Ambon, Senin (04/01/2021). Jumlah vaksin bermerk Sinovac yang diterima tercatat sebanyak 15.120 dus dan dikawal aparat kepolisian.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr Meikyal Pontoh dikonfirmasi wartawan usai menerima kunjungan Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Kasrul Selang di Gudang Penyimpanan Obat menyebut vaksin yang didistribusikan ke Maluku pada tahap pertama tercatat sebanyak 15.120 dus. Vaksin tersebut diperuntukkan bagi tenaga kesehatan se- Maluku yang berjumlah 14.135 orang.

"Kita masih menunggu arahan dari kementerian terkait proses pendistribusiannya. Yang jelas direncanakan pada tanggal 14 Januari akan dilakukan vaksinasi awal serentak secara nasional untuk tenaga kesehatan," ungkap dr Pontoh.

Disinggung mengenai pendistribusian ke kabupaten kota, Pontoh menjelaskan, sejauh ini, belum ada perintah pendistribusian ke kabupaten kota. Namun secara prosedur, vaksin-vaksin tersebut sudah harus didistribusikan ke seluruh fasilitas kesehatan yang terdapat di kabupaten kota sebelum vaksinasi dilakukan. 

"Yang pasti pada saat vaksinasi nanti, vaksin-vaksin ini sudah ada di fasilitas kesehatan di semua kabupaten kota," tegas Pontoh.

Dikutif dari Kontan.co.id, vaksin corona produksi Sinovac merupakan jenis in activated virus atau virus yang dimatikan. In activated virus merupakan cara umum yang biasa digunakan dalam pembuatan vaksin.

Kandungan vaksin Covid-19 dari Sinovac lainnya ialah alumunium hidroksida sebagai adjuvant untuk meningkatkan kemampuan vaksin, kemudian larutan fosfat sebagai penstabil dan larutan garam atau natrium klorida (NaCL) sebagai isotonis.

"NaCL sebagai isotonis untuk memberikan kenyamanan dalam penyuntikan, larutan garam tentu memenuhi standar farmasitical. Vaksin ini diproduksi tidak menggunakan pengawet. Dan tidak mendung bahan lain kayak boraks formalin dan merkuri. Ini sudah diuji di bawah pengawasan BPOM," ujar Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari PT Biofarma Bambang Herianto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00