Ambon Akan Kembali ke PSBB III Jika PSBB Transisi Gagal Tekan Pandemi

KBRN, Ambon : Wakil Ketua Pansus Covid 19 DPRD Kota Ambon Zeth Pormes mengatakan, Dewan Kota  mendukung Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon  memberlakukan PSBB Transisi untuk menekan kasus positif Covid 19 di Kota Ambon.

Jika kemudian PSBB Transisi Jilid II gagal menekan kasus terkonfirmasi positif Covid  dan Kota Ambon masih tetap bertahan di zona orange atau malah meningkat ke zona merah, maka Pemkot Ambon boleh jadi akan mengembalikan PSBB Transisi ke PSBB Jilid III dan itu akan didukung DPRD.

Hal itu ditegaskan Zeth Pormes kepada awak media di Kantor DPRD Kota, Senin (03/08/2020). Namun politisi Partai Golkar ini berharap dan berdoa melalui PSBB Transisi Jilid II, kasus positif Covid akan terus menurun, sehingga Kota Ambon akan diturunkan statusnya dari zona orange ke zona kuning agar semua bisa beranjak ke kehidupan normal.

"Pansus tetap mendukung apa yang ditetapkan oleh pemerintah karena kita masih berada di zona orange, belum turun ke zona kuning. Karena PSBB Transisi I pandemi ini masih ada, sehingga dilanjutkan ke PSBB Transisi II.  Kalau dia melonjak maka bisa saja kita kembali ke PSBB jilid III, bukan PSBB Transisi lagi," tegas Pormes. 

"Tapi kalau kesadaran masyarakat  meningkat, dimana semua jaga jarak, kemana-mana pake masker, saya yakin kita akan turun ke zona kuning dan bersiap-siap untuk  masuk dalam kehidupan normal. Kita harus mendukung kebijakan pemerintah karena ini baik untuk melindungi segenap rakyat Kota Ambon," ujar Pormes.

Dikatakan, hasil dari PSBB Transisi I diharapkan Kota Ambon akan turun dari Zona Orange ke Zona Kuning untuk selanjutnya beradaptasi menuju tatanan kehidupan normal. Namun karena PSBB Transisi I gagal menekan kasus terkonfirmasi, Transisi I dilanjutkan ke Transisi II.

"Nah, kita berharap, di fase kedua ini, masyarakat mendukung kebijakan pemerintah dengan mngikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan agar kita segera turun ke zona kuning dan beradaptasi menuju tatanan kehidupan baru," harap Pormes.

"Sekarang memang sudah timbul anggapan atau spekulasi bahwa corona itu hantu atau fakta. Ini nyata, banyak orang di seluruh dunia terpapar, kita tidak boleh main-main," tuntas Pormes. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00