Tren Menurun, Tingkat Kesembuhan Positif Corona di Ambon Melejit

KBRN, Ambon : Meski kasus terkonfirmasi positif Corona di Kota Ambon masih terus bertambah, tren penularannya mengalami penurunan. Yang menggembirakan, dari limaratusan kasus Corona yang  ter-conform di Ambon, lebih dari dua ratus orang telah sembuh, sedangkan yang meninggal hanya belasan orang. 

Juru bicara Tim Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid -19 Kota Ambon Joy Adriansz kepada RRI, Rabu (08/07/2020) membeberkan, total kasus yang di-update hingga 7 Juli 2020 tercatat jumlah  ODP, PDP dan Positif Corona di Ambon sebanyak 724 orang. Rincinya, ODP 311 orang, PDP 94 orang dan Positif 319 orang. 

Khusus untuk kasus Covid 19, tambah Joy, total keseluruhan tercatat sebanyak 575 kasus, yang dirawat 319 orang, sembuh 243 orang dan yang meninggal 13 orang.  Dari data ini tergambar tingkat kesembuhan dan kematian memiliki selisih yang cukup jauh, yakni 95 persen banding 5 persen.

"Indikator tingkat kesembuhan dan tingkat penularan yang kini berada di bawah 1,5 persen inilah yang membuat pemerintah pusat menurunkan status Kota Ambon dari zona merah ke zona orange bersama 17 kabupaten kota lain di Indonesia," ungkap Joy.

Ditambahkan, meski terjadi penurunan kasus, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon tetap melakukan tracking untuk melacak sebaran covid. Tracking dilakukan terhadap orang-orang yang melakukan kontak fisik dengan positif Corona untuk memutus mata rantai penyebarannya.

"Pada bulan-bulan kemarin tren kita naik karena tracking dengan Rapid Test kita perluas ke seluruh areal penularan. Setelah dilakukan tracking secara simultan akhirnya tren penularan menurun," ujar Joy.

Diakui, dampak dari Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Ambon mengganggu aktivitas masyarakat. Namun sisi positifnya, kasus penularan pada areal publik makin berkurang dan  tidak ditemukan lagi klaster-klaster baru. 

Ditegaskan, sesuai dengan analisa pakar epydemioogi, puncak penularan virus Corona diprediksi terjadi pada akhir Juni atau awal Juli 2020. Itu berarti, harapan untuk memutus penyebaran virus Corona semakin terbuka, jika masyarakat mematuhi aturan PSBB. 

"Sekarang kita sudah melewati puncak penularan. PSBB tahap satu berhasil membuat kita turun dari zona merah ke zona orange. Tapi kita tidak boleh lengah, kita harus benar-benar patuh pada anjuran pemerintah karena hanya dengan cara itu kita bisa selamat dari  penularan virus Corona," ingat Joy.

"Keberhasilan PSBB jilid dua bergantung  pada masyarakat. Jika kita taat pada anjuran pemerintah,  sudah tentu kita akan turun ke zona kuning dan hijau. Jangan lupa 3D, yaitu disiplin menggunakan masker, disiplin mencuci tangan dan disiplin menjaga jarak," pungkas Joy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00