DBD Mengancam, Dinkes Kota Ambon Diminta Tak Cuma Fokus Corona

KBRN, Ambon : Wakil Ketua Dewan Kota Rustam Latupono meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon menaruh perhatian serius terhadap virus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah menginfeksi puluhan warga kota sejak Januari - Juni 2020.  

Permintaan itu disampaikan Latupono kepada RRI, Selasa (07/07/2020), menanggapi laporan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon dr Wendy Pelupessy dalam Dialog Kentongan di RRI Ambon dengan tajuk DBD Lebih Berbahaya dari Covid 19.

"Saya kira kalau memang kasus DBD meningkat di Ambon, maka  Dinas Kesehatan Kota Ambon harus serius melihat masalah ini, jangan hanya fokus pada penanganan Pandemi Covid 19. Kalau memang harus diintervensi dengan program kegiatan, lakukan. Kan ada tuh,  anggaran untuk penanganan penyakit-penyakit menular," sergah Latupono, politisi Partai Gerindra.

Ia berharap, atas nama rakyat, Dinas Kesehatan Kota Ambon menaruh perhatian serius dengan mengerahkan segala potensi yang ada untuk melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan agar kasus DBD dapat ditekan. 

Ditanya soal kemungkinan  dibutuhkannya tambahan dana untuk kegiatan penanganan, Latupono mengatakan, sepanjang itu diperlukan untuk mengatasi kasus DBD di Kota Ambon, dewan sudah pasti akan mendukungnya, apalagi menurut laporan sudah ada yang meninggal.

Sudah 39 Kasus, 3 Meninggal

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon dr Wendy Pelupessy kepada RRI menjelaskan, kasus DBD di Kota Ambon selalu ditemukan tiap tahun dengan trend naik atau turun. 

Pada 2018 misalnya, virus DBD menginfeksi lebih dari 200 orang, sedangkan pada 2019 mengalami penurunan. Meski mengalami penurunan sekitar 50 persen, namun kasus kematian tercatat sebanyak 2 orang.

"Kalau tahun ini, sampai bulan Juni ada 100 kasus dengan 2 kematian, maka tahun ini, sampai bulan Juni ada 39 kasus dengan 3 kematian," jelas dr Pelupessy.

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang hidup di wilayah tropis dan subtropis.

Menurut pakar kesehatan, demam berdarah adalah salah satu penyakit infeksi akut. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit tropis yang banyak ditemukan di Indonesia dan menjadi endemik di sejak tahun 1968. 

DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi oleh salah satu dari empat tipe virus dengue. Penyakit ini ditandai demam tinggi yang muncul pada tiga hari hingga dua pekan setelah gigitan.

Meski kini vaksin demam berdarah sudah tersedia, bukan berarti vaksin DBD menjadi satu-satunya cara untuk mencegah seseorang terjangkit penyakit demam berdarah. 

Para pakar menganjurkan aagar sebaiknya tetap lakukan langkah pencegahan DBD, seperti menghindarkan diri dari gigitan nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00