Turunkan Stunting, BKKBN Maluku Upaya Tingkatkan Kesertaan Ber-KB 

KBRN, Ambon : Sebagai koordinator program percepatan penurunan stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus menggenjot program keluarga berencana yang merupakan salah satu program spesifik dalam upaya menurunkan angka stunting, bahkan angka kematian ibu dan anak.

Demikian disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Sarles Brabar dalam pertemuan koordinasi tingkat provinsi dan kabupaten/kota dalam upaya tingkatkan pelayanan KB di faskes tahun 2022, di salah satu hotel di Kota Ambon, Selasa (17/05/2022).

Dikatakan, saat ini stunting masih diangka 24,4% sesuai Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), dan untuk Maluku sebesar 28%. Sementara target yang harus dicapai pada tahun 2024 sebesar 14%, tentunya capaian Provinsi Maluku akan berkontribusi terhadap capaian nasional.

"Jika kita melihat capaian data-data yang di sampaikan tadi, menggambarkan bahwa masih perlu upaya kerja keras atau kerja ekstraordinary untuk mencapai hasil sesuai yang di targetkan dan pada akhirnya akan berpengaruh signifikan terhadap penurunan stunting dan menurunkan angka kematian ibu dan anak di Provinsi Maluku yang kita cintai ini," jelas Sarles Brabar.

Lanjutnya, upaya yang mesti dilakukan demi menurunkan angka stunting yaitu melalui peningkatan kesertaan KB guna menunda atau menjarangkan kelahiran pada keluarga yang beresiko stunting melalui koordinasi intensifikasi pelayanan KB di Faskes. 

Olehnya itu, ia mengapresiasi penyelenggaraan koordinasi tingkat provinsi dan kabupaten/kota hari ini, dengan melibatkan mitra potensial yang berkompeten di bidangnya masing-masing antara lain OPD Dalduk KB, Dinas Kesehatan dan Ikatan Bidan Indonesia se- Provinsi maluku.

"Program KB dengan bidan ibarat satu mata uang yang tidak dapat dipisahkan, dimana ada bidan disitu ada KB," ujarnya.

Ia berharap, melalui pertemuan saat ini dapat memberikan daya ungkit terhadap peningkatan capaian kesertaan ber-KB dengan menggunakan Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) agar target kontrasepsi modern/modern contraceptive prevalence rate (mCPR)yang ditetapkan dapat tercapai sebagaimana Rencana Strategis (Renstra) BKKBN Provinsi Maluku tahun 2020-2024.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar