Masyarakat Diajak Hapus Diskriminasi Terhadap Penderita Kusta

KBRN,Ambon: Stigma yang menempel pada kusta membuat penyakit kulit ini sering dianggap sebagai kutukan atau hukuman dari Tuhan. 

Padahal diakui Yunus Louhenapessy, Pendamping  Pasien Kusta Kota Ambon bahwa kusta sama sekali tidak seperti itu. Stigma ini yang membuat pasien kusta telat berobat.

Jika penderita kusta sudah minum obat Multi Drug Therapy (MDT), secara otomatis dia akan sembuh. Obat tersebut dapat diperoleh secara cuma-cuma di layanan kesehatan primer atau puskesmas di semua kabupaten dan kota di Maluku.

"Penyakit ini  tidak menular. Karena itu mohon jangan jauhi para penderita kusta.  Penyebab kusta ini hanya karena bakteri. Segera ajak berobat, bahkan obatnya sudah gratis,"ungkap Louhenapessy saat berbicara sebagai narasumber dalam Dialog Aspirasi Maluku di RRI Ambon, Rabu (25/1/2022). Dialog ini mengusung topik,  Geliat Pemberantasan Kusta di Masa Pandemi.

Di Ambon jelas Louhenapessy  sejak 2019 tercatat penderita kusta yang selalu mendapat pendampingan pengobatan   untuk sembuh 85 orang. Di Tahun 2020  angka ini turun menjadi 51 penderita namun pada 2021 meningkat diangka  80 orang.

Senada dengan Louhenapessy dalam kesempatan yang sama  Poppy Siahaya Paron, Pengurus Yayasan Rumah Generasi akui sampai saat ini masih ada stigma kepada para penderita kusta dimana mereka dianggap menderita karena keturunan, kutukan dan lainnya.

Saat ini  dibutuhkan kegiatan yang melibatkan tokoh masyarakat dan agama sebagai model dalam penghapusan stigma sekaligus menguatkan komitmen dalam rangka pencegahan dan pengendalian kusta.

Siahaya akui jelang Hari Kusta  se dunia pihaknya akan melakukan aksi kampanye damai yang dimulai sejak 24 hingga 31 Januari ini. intinya adalah mengajak semua orang untuk hilangkan stigma negatif kepada penderita kusta.

"Seluruh pemangku kepentingan, masyarakat dan segenap komponen bangsa perlu memahami dengan benar informasi terkait penyakit kusta sehingga stigma dan praktik diskriminasi terhadap penderita tidak terjadi lagi,"pinta Siahaya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar