Kasus DBD di Kota Ambon Januari-Agustus 2021 Capai 118 Kasus

KBRN, Ambon: Dalam rentan waktu Januari-Agustus 2021, kasus penyakit Demam Berdarah di Kota Ambon meningkat pesat capai 118 kasus. Dari jumlah tersebut 3 orang meninggal dunia atau 2 persen kasus kematian dan itu tertinggi secara nasional.

Menurut Kepala Bidang Pencegaham dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Ambon Remes Talle, penyakit Demam Berdarah di Kota Ambon terjadi di setiap tahunnya dan mengalami peningkatan. 

"Tahun ini sangat tinggi capai 118 kasus dan tiga orang meningga dunia. Padahal tahun 2019 dan 2020 kasus hanya sekitat 50 kasus. Sementara tahun ini belum genap setahun masih beberapa bulan saja,"ungkap Remes dalam dialog Aspirasi Maluku edisi Selasa (21/09/2021) yang disiarkan di pro I RRI Ambon. 

Diakuinya, 118 kasus demam berdarah di kota Ambon didominasi oleh anak-anak. Daerah perkotaan yang padat penduduk menjadi lokasi dengan angka kasus tertinggi misalnya di kecamatan Sirimau dengan 56 kasus. 

"Ini penyakit urban yakni kepadatan penduduk, kurang bersihnya lingkungan menjadi faktor adanya penyakit demam berdarah," tuturnya.

Menurutnya, angka kasus penyakit menular saat ini cukup tinggi, namun karena konsentrasi penanganan lebih difokuskan terhadap Covid-19 sehingga kasusnya tidak terlihat. Selain itu karena, kunjungan masyarakat ke faskes untuk berobat sangat kurang di massa pandemic covid -19.

Dikatakan, untuk memusnahkan jentik nyamuk, warga harus melakukan pembersihan sarang nyamuk dengan melaksanakan 3M, yakni menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah tempat penampungan air, serta memanfaatkan barang bekas atau daur ulang. 

"Selain Fogging, Dinkes melalui Puksesmas juga melaksanakan pemberian bubuk abate gratis bagi masyarakat untuk membasmi larva nyamuk,"ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00