Baru Menjabat, Plt Kepala Dinkes Maluku Sudah Menuai Kritik

KBRN, Ambon : Baru menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku, dr Zulkarnain sudah menuai kritik. Ia dikritik terkait pernyataannya yang menyebut RSUD Haulussy "Jangan Rakus".

Pemerhati RSUD Haulussy yang juga dokter anak dan Konsultan Neonatology RSUD Kota Bekasi Jawa Barat dr Thommy Adoe kepada RRI, Kamis (05/08/2021) menilai sebutan "Jangan Rakus" kepada RSUD Haulussy menunjukkan komunikasi birokrasi yang tidak terpuji.

Menurutnya, pandemi Covid 19 yang menimbulkan korban  jiwa, harusnya menjadi fokus utama Dinkes Maluku dan RSUD Haulussy untuk saling bersinergi dan mendorong semangat juang para nakes untuk keluar dari wabah, bukan sebaliknya dibenturkan dengan komunikasi birokrasi yang tidak terpuji.

"Gotong royong, kerjasama dan baku sayang antara Dinkes dan RSUD Haulussy yang harusnya ditunjukkan, tidak tercermin sama sekali. Tudingan Plt Kadinkes yang menuduh pihak RSUD dengan kata Rakus terkait data penerimaan insentif Nakes RSUD Haulussy tidak berdasar," ujar dr Thommy. 

"Tugas Plt yang harusnya mengayomi dan menjadi teladan, tidak ditunjukkan. Menuding RSUD dengan kata Rakus dan diumbar ke publik menggambarkan arogansi dan tendesius. Permasalahan yang harusnya bisa selesai melalui musyawarah, akhirnya membesar pada saat semua sedang konsentrasi menangani Covid dan percepatan vaksinasi," tambah dr Thommy. 

Ditegaskan, kata 'Rakus' yang dituduhkan Plt Kadinkes, tidak  mempunyai korelasi, bahkan cenderung menggelikan karena pokok permasalahan adalah tentang data yang belum terkumpul. 

Dalam hal ini, menurut dr Thommy, publik bisa menilai bahwa ada misskomunikasi dengan dinas terkait yang menyebabkan hal tersebut terjadi, dan tidak serta merta selesai dengan sebuah tudingan yang dipublikasikan melalui media. 

"Masyarakat akan bertanya ada apa dengan dua lembaga garis depan penanganan Covid 19  di Maluku? Bukankah seharusnya sebagai Plt Kadinkes, lebih bijak memberikan emosi, ekspresi dan persepsi yang positif dalam menyelesaikan suatu permasalahan antar lembaga terkait," sergah dr Thommy.

"Sikap Plt Kadinkes menunjukkan sifat arogansi seorang petinggi atau bisa juga diartikan sebagai pamer kekuasaan? Hanya masyarakat Maluku yang bisa menilainya," tutup dr Thommy yang diminta Gubernur Maluku sebagai tenaga advisor hingga Desember 2021.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00