Pencarian Ditutup, Nelayan Hilang di Perairan Singkil Tidak Ditemukan

Moch Ichsan, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Singkil

KBRN Singkil : Tim gabungan, terdiri dari BPBD tim dari Unsur TRC 3 Orang. Kemudian Personil Polsek Singkil 2 orang, Airud 2 orang, Posal Singkil 1 orang, Brimob kota subulussalam 6 orang, dan Panglima Lhok 2 orang. Serta unsur dari masyarakat dan nelayan sebanyak 11 orang resmi menghentikan dan penutup pencarian Nelayan hilang di Perairan Singkil hingga hari ketujuh. Senin (04/07/2022), meski korban belum ditemukan.

Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Singkil, Aceh. Moch Ichsan, kepada RRI. Senin sore (04/07/2022)

" Pencarian 2 Orang nelayan hingga hari ini hari ketujuh masih nihil, Untuk pencarian, hari ini resmi ditutup (dibubarkan)." Sebut Moch Ihsan Diterangkannya, sesuai laporan yang diterima BPBD dari salah 1 Warga Desa Pulo Sarok, Singkil, Aceh Singkil,  Senin 27 Juni 2022 sekitar pukul 20.30 Wib bahwa sanya ada 1 orang masyarakat Desa Pulo Sarok, Singkil, Aceh Singkil, Aceh, M. Yusuf Sinaga (35), beserta salah 1 rekannya Samrul Panggabean (24) Tahun Warga Desa Lubuk Tukko Baru Kec. Pandan dilaporkan belum pulang melaut sampai dengan saat ini.

Kedua Korban diketahui sebelumnya pergi memancing di perairan Singkil, 23 Juni 2022. Namun, hingga Senin, 27 Juni 2022 lalu korban belum kembali kedaratan ( tidak pulang)

" Selain melakukan pencarian, BPBD melalui kabid kedaruratan dan logistik menyerahkan bantuan masa panik kepada keluarga korban." Tambahnya 

Seperti Beras, Air Mineral, Minyak Goreng, Kain Sarung, Baju Kaos, Selimut, Saos, Kecap dan Sarden 

Lebih lanjut terang Moch Ichsan, selain tim tetap melaksanakan  kegiatan rutin, administrasi dan pelaporan. Juga Monitoring di 11 Kec. lewat grup Wa Pusdalops BPBD Aceh Singkil akan tetap memantau. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar