BNN Ungkap Kasus Narkoba Tiga Provinsi

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose

KBRN, Jakarta: Badan Narkotika Nasioanl (BNN), melakukan pengungkapan narkoba di tiga provinsi seperti Provinsi Riau, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Pengungkapan itu berhasil membuat BNN melakukan penyitaan terhadap ratusan kilogram sabu dan belasan ribu butir ekstasi.

Dari tigas wilayah tersebut, BNN mengamankan 218.46 kilogram sabu dan 16.586 butir ekstasi. Selain itu, sebanyak 11 tersangka juga berhasil ditangkap.

"Pada awal tahun ini BNN RI melakukan raid planning and execution (RPE) atau proses penangkapan pelaku kejatahan narkotika dengan barang bukti metamfetamin atau sabu sebesar 218,46 kilogram ini dan ekstasi sebanyak 16.586 butir serta tersangka sebanyak 11 orang, sebagaian ada di sini, di Provinsi Riau, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat," ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose, dalam konferensi pers di Ruang Ahmad Dahlan Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur pada Senin (17/1/2022).

Golose berharap, pemberantasan narkotika dapat terus berlanjut. Hal ini tak lain untuk mewujudkam Indonesia BERSINAR (Bersih Narkoba). 

"Demikian yang saya sampaikan semoga usaha kita dalam penanganan narkotika untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa agar tidak terjerat dalam penyalahgunaan narkotika bisa terus kita lakukan sehingga Indonesia bersinar bersih narkoba," tuturnya.

Upaya penanggulangan narkotika dipandang serius karena dari hasil penelitian terbaru hasil kerja sama dengan BRIN dan BPS, terjadi peningkatan prevalensi penyalahgunaan narkotika pada kategori setahun pakai dari 1.80% di tahun 2019 menjadi 1,95% atau setara dengan 3.6 juta orang di tahun 2021.

Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh tingkat stress atau depresi masyarakat, sehingga terjadi peningkatan penyalahgunaan narkotika terutama di tengah kondisi pandemi.

Penyalahgunaan narkoba yang meningkat juga tidak lepas dari masih banyaknya penyelundupan, terutama melalui jalur laut. Lebih dari 90% penyelundupan narkoba melalui jalur laut. Salah satu jaringan yang menjadi permasalahan saat ini berasal dari Golden Triangle, khususnya di daerah Myanmar di mana bisnis narkobanya dijaga oleh pasukan bersenjata.

Sebagai upaya proteksi dari masuknya barang dari luar negeri, BNN terus melaksanakan operasi bersama dengan para stakeholders, terutama di berbagai wilayah perbatasan laut.

Sementara itu, dalam konteks pentingnya rehabilitasi, BNNtelah menjalin kerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk melaksanakan program lapas bersinar. Selain itu pula, kerja sama juga dilakukan dengan Polri sehingga para penyalah guna narkoba ini tidak dibawa ke dalam proses criminal justice system, melalui tim asesmen terpadu dalam rangka menyelamatkan anak bangsa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar