Lomba Menembak Pada HUT Bhayangkara ke-76, Wartawan AJNN Raih Juara 1

KBRN, Aceh Singkil:  Dalam memperingati HUT Bhayangkara ke-76, Polres Aceh Singkil Gelar Lomba Menembak Untuk Wartawan.  Lomba digelar Sabtu (11/06/2022) di Lapangan Tembak Polres Aceh Singkil, Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil.  

Sebanyak 12 wartawan dari media online, media cetak, maupun media elektronik ikut serta dalam kegiatan.   Hasil perlombaan, wartawan online AJNN, Khairuman, berhasil meraih Juara 1.  Menduduki Juara 2 wartawan Harian Serambi, Dede Rosadi, dan Juara 3 wartawan  PPWInews, Asyuhar Fandi.

Dalam proses perlombaan, seluruhnya terlebih dahulu mendapat pengarahan dari Wakapolres Aceh Singkil, Kompol Hari Purnomo, cara memegang senjata dan membidik sasaran, yang memiliki skill instruktur menembak.  Turut hadir Kapolres Aceh Singkil, AKBP Iin Maryudi Helman SIK, Kasat Binmas Polres Aceh Singkil, AKP Astani, beberapa perwira dan personil Kepolisian Resor Aceh Singkil.

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Iin Maryudi Helman, SIK, dalam sambutannya menyatakan kegiatan Lomba Menembak tersebut selain sebagai ajang silaturahmi dengan wartawan, juga memberikan pemahaman kepada wartawan akan tugas POLRI.

“Hentakan senjata api itu seperti apa rasanya.  Jadi kalau POLRI bawa senjata api, oh seperti ini rupanya.  Jadi biar rekan-rekan media tahu.  Jadi kalau sering ada pemberitaan salah sasaran, salah tembak, jadi  rekan-rekan media bisa merasakan auranya ketika polisi berhadapan dengan kriminal, ternyata tidak gampang.  Karena suasana latihan menembak dengan suasa di tempat sebenarnya belum tentu sama,” ujarnya.

Kegiatan Lomba Menembak ini mendapat apresiasi dari wartawan setempat.  Seperti disampaikan salah satu peserta, Rostani, dari Harian Realitas, kegiatan sangat bermanfaat karena memberikan pembekalan kepada wartawan cara menggunakan senjata.

“Kita merasa senang karena diikutsertakan.  Yang tadinya kita tidak mengetahui penggunaan senjata sekarang kita sudah mengetahuinya bagaimana menggunakan senjata.  Dan dengan adanya ini kita mengerti bahwa selama ini kita mendengar ada yang salah sasaran, salah tembak.  Ternyata begitulah rupanya menggunakan senjata, banyak yang tidak tepat sasaran. Hanya berapa oranglah kita wartawan yang tepat sasaran,” kata Rostani.

Pantauan RRI, kepada seluruh peserta diberikan empat tahapan.  Pertama yaitu penyesuaian senjata dan fokus membidik yang dilanjutkan menembak dengan peluru kosong.  Kedua, menembak dengan satu peluru, ketiga menembak dengan satu peluru, dan keempat menembak dengan tiga peluru.  Tiga peserta yang mendapat nilai tertinggi dari tiga tahapan tersebut diperlombakan kembali untuk meraih Juara 1 sampai Juara 3. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar