Rentan Pelanggaran UU ITE, Wartawan diminta Patuhi Kode Etik Jurnalistik

KBRN, Banda Aceh: Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Nazaruddin Dek Gam memfasilitasi kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan; Pancasila, Undang-Undang Dasar  1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, di Aula Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh pada Selasa (18/1).

Dalam sambutannya dihadapan para wartawan, Nazaruddin menegaskan wartawan harus menjaga kehormatan, dan tidak bersinggungan dengan hal-hal yang merugikan pihak lain hingga berhadapan dengan hukum dalam menjalankan profesinya.

Ketua PWI Aceh, M. Nasir Nurdin menyampaikan wartawan patut memahami pilar kebangsaan, dan bekerja sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik. Berbagai upaya mulai dari sosialisasi, pelatihan dan sebagainya dilakukan untuk meningkatkan kompetensi wartawan.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Winardy, SH, S.Ik, M.Si dalam pemaparannya menyatakan, kepolisian tidak risih dan anti kritik, namun wartawan wajib mempublikasikan berita yang berimbang sesuai data dan fakta.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Orang dan Harta Benda Kejaksaan Tinggi Aceh, Khairul Hisam menegaskan, wartawan rentan terhadap pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya terkait kasus pencemaran nama baik.

Pihaknya berharap, PWI dapat memberikan data terkait perusahaan/lembaga media yang terdaftar, agar diketahui mana media yang benar-benar resmi dan tidak. Hal tersebut penting untuk menghindari adanya pihak-pihak yang mengatasnamakan media untuk kepentingan tertentu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar