Sukseskan BIAN, Puskesmas Singkil Utara Sasar 1.000 Anak

KBRN, Aceh Singkil:  Sebagai upaya mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), Puskesmas Singkil Utara sasar 1.000 anak di Kecamatan Singkil Utara.  Pelaksanaan Imunisasi yaitu melalui Posyandu untuk anak Balita ke bawah, dan dengan turun ke sekolah-sekolah, untuk imunisasi pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)  di Kecamatan Singkil Utara.

Saat melaksanakan Imunisasi di SD Negeri Ketapang Indah, Singkil Utara, Selasa (26/07/2022), Penanggungjawab Imunisasi, Cut Dirhammirianti, A.Md. Keb, kepada RRI mengatakan dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional, sasaran usia yang akan divaksiansi yaitu usia sembilan bulan sampai 15 tahun.

“Jadi kami laksanakan ini sampai tingkat SMP, sembilan bulan sampai 15 tahun.  Kalau Imunisasi campak yaitu untuk mencegah anak dari campak.  Karena sudah dua bulan terakhir ini terutama di Puskesmas kami ada terdapat anak-anak yang terkena campak.  Maka dari itu dengan salah satu pencegahannya dapat mencegah. Memang tidak 100 persen ya dapat mencegah, paling tidak 90 persen,” terang Cut.

Cut menjelaskan jenis imunisasi yang diberikan untuk pelajar di sekolah berbeda dengan untuk anak Balita di Posyandu.

“Imunisasi campak untuk anak sekolah, kalau dari kelas 1 SD sampai kelas 6 itu yang diberikan imunisasi Campak dan Rubella. Kalau untuk di Posyandu yang diberikan imunisasinya: satu,  IPV, yaitu imunisasi Polio yang disuntikkan, yang kedua Imunisasi Polio yang oral, yang dimasukkan ke mulut.  Dan yang ketiga itu DPT (difteri, pertusis, dan tetanus).  Itu yang kita diberikan di Posyandu,” tutur Cut.

Dikataka Cut, pelaksanaan imunisasi ditargetkan akan rampung Juli sampai Agustus 2022, dengan harapan target tercapai sampai 100 persen.

“Memang targetnya bulan Juli ini selesai.  Terkendala kemarin tidak selesai, anak-anak kan libur sekolah.  Jadi permintaan orangtua setelah anak libur baru diberikan imunisasi. Mungkin sampai bulan Agustus selesai.  Kami maunya 100 persen.  Kalau untuk Puskesmas Singkil Utara sekitar 1.000 anak,” tutur Cut.

Cut berharap orangtua mau membawa anak untuk imunisasi, karena Imunisasi untuk balita maupun Imunisasi untuk pelajar, sangat penting untuk mencegah dampak berat terhadap penyakit, khususnya campak.

“Jangan termakan hoax, isu-isu yang dibilang Imunisasi ini sama dengan vaksin.  Tidak, imuniasi ini tidak vaksin.  Ini imunisasi rutin.  Dari pengalaman kami, kalau anak itu tidak diimunisasi sama sekali, salah satu penyakit campak ini lebih parah kalau terkena, bisa sampai ke mata, bisa menyebabkan buta.  Tapi kalau dia diimunisasi tidak sampai kena mata,”  pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar