Fasilitas Dayah Terbatas, DSI Aceh Singkil Minta Bupati Ban

KBRN, Aceh Singkil: Untuk  Mewujudkan santri yang berkarya dan berkreatifvitas dengan membudayakan seni Islami, Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Singkil menggelar Perlombaan Dhalael Khairat.  Lomba digelar selama dua hari, 18-19 Juli 2022, di Gedung Seni Budaya Kabupaten Aceh Singkil.  Pembukaan kegiatan yaitu di Hotel Island, yang  dibuka oleh Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, Senin (18/07/2022).

Ketua Panitia Kegiatan, Putri Zuliana, S.Pd,  menyampaikan Kegiatan Perlombaan Dhalael Khairat untuk memotivasi seluruh santri.  Kegiatan diikuti oleh dayah yang sudah bertipe dan memiliki ijin operasional.

“Perlombaan Dhalael Khairat bertujuan untuk memotivitasi santri dan dayah untuk meningkatkan kreatifitas dalam seni yang Islami.  Berdasarkan inilah kami menaganggat tema dalam perlombaan inii: Mewujudkan Santri Berkarya dan Berkreatifitas dengan membudayakan seni Islami.  Perlombaan ini diikuti oleh Dayah yang sudah bertipe yang sudah dikeluarkan oleh Dinas Dayah Provinsi.   Dan juga Dayah yang sudah memiliki Operasional yang dikeluarkan oleh Kementrian Agama,” kata Putri.

Sementara Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Aceh Singkil, yang diwakili Sekretaris, Jusnita, SH, menyampaikan kegiatan perlombaan merupakan bentuk kecintaan terhadap adat Aceh.  Juga untuk  yang mengandung nilai-nilai budaya Islam.  

 “Dalael Khairat adalah salah satu cinta masyarakat Aceh, khususnya Aceh Singkil, untuk mewujudkan budaya dan menjadi bagian syiar agama. Bershalawat bersama-sama untuk mengangungkan nama Allah, dan kekasihNya Muhammmad SAW.  Agar ini menjadi bukti bahwa adat Aceh memiliki tatanan struktur yang kuat yakni berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam dan Budaya Islam,” tuturnya.

Ia berharap perlombaan Dalael Khairat menjadi  wadah untuk merubah pola pikir agar terhindar kegiatan berjoged yang sedang berkembang di kehidupan bermasyarakat.

“Kita mulai dari diri dan keluarga kita masing-masing, agar dapat merubah mindset dan cara pikir kita, bahwa keyboard dan jogged-joged itu bukalah  hukum kita, dan bukan pula budaya asli kita Aceh Singkil dan Aceh pada umumnya,” imbuhnya.

Sementara Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, dalam sambutan pembukaan kegiatan menyampaikan perlombaan yang dilaksanakan Dinas Syariat Islam diharapkan akan mengurangi angka kejahatan masyarakat, dan menambah minat untuk semakin memperdalam kesenian Islam.

“Dengan adanya kegiatan ini setidaknya bisa menekan dan mengurangi angka kejahatan masyarakat, manusia itu sendiri, yang selama ini dihibur dengan hiburan-hiburan umum yang tidak melambangkan syariat.  Kita berharap dengan adanya kegiatan akan menambah keyakinan dari kita untuk menjalankan aktivitas secara Islami.  Kita berharap Panitian, Dewan Juri, Oficial dan penamping, serta anak-anak yang berlomba, inilah yang pembenteng mereka, bisa mengartikan Dalael Khairat dan Nasyid ini adalah music atau kesenian –kesenian atau hiburan Islam yang harus dijalankan,” tutur Dulmusrid.

Adapun peserta yang hadir terdiri dari enam grup dan masing-masing grup terdiri dari 10 orang, dan 1 orang pendamping dari Dayah yag sudah bertipe.   Yaitu Dayah Darul Muta’alamin Tanah Merah, Dayah Darul Hasanah Syekh Abduraauf Singkil Dayah Babussalam Batu Korong Dayah Darul Mahabbah,  Dayah AL Muhtadin, dan Dayah Mamba’ul QUr’an.  Total peserta dan pendamping berjumlah 66 orang. 

Sementara dewan Hakim pada perlombaan ini adalah Imam Besar Mesjid Nurul Makmur, Ust Cut Nyak Kaoy, Ust. M. Nasir, S.Hi, Ustz, Dra Hj. Zaitun Nasution, S.Pd, Mukhlis, S.Th.I.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar