FOKUS: #MUDIK ASIK LEBARAN AMAN

Ingat! Ini Aturan Mudik Lebaran 1443 Hijriah

KBRN, Singkil :   Aturan Mudik Lebaran 1443 Hijriah, Masyarakat yang belum vaksin lanjutan wajib menunjukkan hasil negatif RT PCR atau Rapid Test Antigen.  Hal ini merujuk pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid 19 Nomor 16 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid 19.  Karena itu setiap masyarakat yang hendak melakukan perjalanan wajib mempersiapkan persyaratan tersebut.

Dalam Dialog Interaktif di RRI Singkil, Senin (18/04/2022), Kepala Kepolisian Resor Aceh Singkil, AKBP Iin Maryudi Helman, SIK, menjelaskan untuk warga yang belum vaksin dosis lanjutan, diwajibkan  melakukan test PCR atau Antigen.

“Pertama, bahwa masyarakat harus dipastikan sudah  tervaksin, minimal dosis 1.  Jadi kalau tervaksin dosis 1 masyarakat bisa melakukan kegiatan mudiknya dengan wajib menunjukkan hasil negatif test PCR.  Kalau tidak ya mohon maaf, harus  putar  kembali untuk melalukan dulu test  PCR nya. Kemudian, dosis 2, masyarakat yang sudah melakukan dosis  1  dan dosis  2, maka  dia  harus  tetap menunjukkan PCR nya  juga negatif.  Dengan test rapid  Antigen dia harus menunjukkan itu.  Dengan antigen saja cukup,” ujarnya.

Ditambahkan AKBP Iin, untuk masyarakat yang sudah melakukan dosis lanjutan (Booster) tidak berkewajiban melakukan test  PCR atau rapid antigen.

“Kalau dosis 3, booster yang sedang digalakkan ini, masyarakat sudah dengan bebas lalu lalangnya untuk melakukan mobilisasi dengan kendaraan, perjalanan PPDM.  Tiga hal ini masyarakat harus memahami,” terang AKBP Iin.

AKBP Iin juga mengatakan selain wajib vaksin  maupun PCR bagi warga, Satgas Penanganan Covid 19 juga menetapkan aturan perjalanan bagi masyarakat yang tidak vaksin karena kondisi kesehatan khusus maupun bagi anak-anak.

“Penyakit bawaan ini tentunya harus bisa menunjukkan surat keterangan  dari Rumah  Sakit  setempat.  Apakah dia  sakit jantung atau sakit yang  lain. Artinya  Rumah  Sakit  itu  legalitasnya ada yang mengeluarkan surat bahwa orang  tersebut memang tidak bisa  divaksin yang diketahui oleh tanda tangan dokter.  Walaupun dia komorbid, tidak menutup kemungkinan dia juga bisa terkena Covid, sehingga PCR juga  tetap dilakukan kepada saudara  kita yang  komorbid.  Harus bisa menunjukkan surat hasil  negatif PCR, yang berlaku 3x24 jam,” papar AKBP Iin.

“Kemudian bagi anak-anak yang masih berumur 6-11 tahun tidak wajib  melakukan test PCR maupun test rapid antigen.  Tetapi wajib pendampingan, didampingi oleh orang tuanya kemana-mana. Karena dia kan bisa juga membawa penyakit,” ujarnya.

Lebih lanjut AKBP Iin mengatakan, selain kewajiban vaksinasi  untuk memenuhi persyaratan perjalanan dalam negeri pada masa pandemi, masyarakat juga diwajibkan untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan, memakai  masker,  mencuci  tangan, dan menjaga jarak.   Sehingga masyarakat  terhindar dari paparan Covid 19 pada saat melakukan mudik lebaran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar