Mekanisme Pemberangkatan Jamaah Umrah Aceh

KBRN, Banda Aceh: Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. Arijal M.Si menyatakan pemberangkatan jamaah umrah  untuk seluruh provinsi termasuk Aceh masih satu pintu, hanya melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta.

Masyarakat diminta memahami kondisi ini, sampai kembali dibukanya pemberangkatan melalui masing-masing embarkasi. Jamaah umrah yang mulai diberangkatkan pada 8 januari, hanya menjalani karantina di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta selama 72 jam. Tiba di Arab Saudi, jamaah cukup menunjukkan hasil PCR dan tentunya sudah divaksinasi covid.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam dialog interaktif melalui aplikasi zoom, yang disiarkan programa 1 dan kanal Youtube RRI Banda Aceh, Kamis pagi (13/1).

Ketua Komunitas Travel Haji dan Umrah Aceh (KATUHA), Mahfudz Ahmad Makam, menjelaskan pihaknya sudah memberangkatkan 64 guru yang dibiayai langsung oleh Dinas Pendidikan Aceh. Selanjutnya pada minggu ke 3 bulan Februari kembali akan memberangkatkan jamaah umrah. Adapun total biaya yang dibutuhkan saat ini, per jamaah senilai Rp. 35 juta, menyesuaikan dengan sejumlah persyaratan protokol kesehatan, dan keberangkatan melalui Jakarta.

Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI)  Aceh, Welly Rifandi mengungkapkan, hanya PCR dari tiga tempat yang disetujui Arab Saudi, seluruhnya berpusat di Jakarta, yaitu Rumah Sakit Kartika Pulomas, Laboratorium Prodia dan Kurnia.

Jamaah Indonesia harus menunjukkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, sehingga pemerintah Arab Saudi memiliki kepercayaan terhadap Indonesia, dan dianggap aman untuk melaksanakan Ibadah di tanah suci, meskipun dalam kondisi pandemi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar