Kajari : Kasus Singkil-3, Tidak Tertutup Akan Ada Tersangka Baru

Kajari Singkil, Muhammad Husaini didampingi para Kasi di Kejari Singkil sampaikan penjelasan Update Kasus Singkil-3

KBRN, Singkil : Setelah menetapkan "T" dan "EH", selaku Direktur CV. Dewi Shinta penyedia jasa/barang dan Mantan Kadishub Aceh Singkil, Aceh, ditetapkan menjadi tersangka. Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil, menyebutkan tidak tertutup kemungkinan akan  ada tersangka dalan penegakan hukum pada  kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pengadaan kapal motor (KMP) Singkil-3.

 Hal itu  ditegaskan Kepala Kejaksaaan Negeri (Kajari) Aceh Singkil, Muhammad Husaini, SH MH,  kepada sejumlah di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, beberapa hari yang lalu.

" Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru." Sebut Muhammad Husaini, Jum'at ( 13/05/2022)

Diterangkan Muhammad Husaini, ditetapkannya  "T" sebagai tersangka, berdasarkan alat bukti yang ada tersangka "T"  selaku penyedia barang (kontraktor) tidak dapat menghadirkan kapal sesuai dengan kontrak dan gambar yang ada  ( Kapal tidak sesuai spesifikasi). 

Disamping itu, dalam proses pelaksanaan pekerjaan/kegiatan, tercatat adanya pengalihan sub kontrak pekerjaan kepada PT. Maju Bangkit di Surabaya yang dilakukan di serahkan oleh " T" (selaku kontraktor). Sehingga dapat disimpulkan, dalam kegiatan ini  tersangka "T" hanya sebagai perantara pekerjaan/kegiatan Pemerintah kepada pihak PT. sebagai pelaksana pekerjaan/kegiatan.

" Tidak ubahnya tersangka "T" hanya seperti Calo" Tegas Muhammad Husaini 

Sementara ditetapkan "EH" selaku Mantan Kadishub Aceh Singkil menjadi tersangka dalam perkara ini.  Terang Muhammad Husaini, berdasarkan alat bukti yang ada karena tidak memenuhi ketentuan Perpres nomor 16 tahun 2018. Khususnya pada pasal 26, yang mengisyaratkan bahwa tidak diperbolehkanya melakukan persengkongkolan.

" Pada saat menandatangani dan menyusun (HPS),  tersangka "EH" tidak ada membandingkan harga kapal dengan beberapa calon penyedia. Akan tetapi, hanya berpedoman terhadap penyedia kapal PT. Maju Bangkit." Terang Muhammad Husaini 

Sehingga, atas perbuatan tersangka "EH" tersebut. Tim penyidik Kejari Singkil menyimpulkan, adanya peluang terjadinya Mark -Up pada saat Pengadaan Kapal Penumpang Sumber DAK Afirmasi Tahun Anggaran 2018, dengan nilai pekerjaan sebesar  Rp. 1.1 Miliar lebih itu, menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 354.767.413,00.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar