Proses Lanjut, Dua Tersangka ditetapkan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan KMP Singkil-3

Pantauan RRI, terakhir Kapal Tertambat di Sungai Desa Gostel, Singkil Utara, Aceh Singkil

KBRN, Singkil : Kembangkan penyidikan perkara, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Singkil, sudah menetapkan dua tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana Korupsi (Tipikor) Mark- Up Pengadaan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Singkil - 3. 

Diantaranya, selain " T"  yang merupakan Direktur CV. Dewi Shinta, selaku penyedia Pengadaan Kapal Penumpang pada Dinas Perhubungan (Dishub)  Kabupaten Aceh Singkil Sumber DAK Afirmasi Tahun Anggaran 2018, dengan nilai pekerjaan sebesar  Rp. 1.186.773.000. 

Tim penyidik Kejari Singkil, juga menetapkan Mantan Kadishub Aceh Singkil "EH" terlibat menjadi tersangka dalam kasus tersebut. 

" Bahwa pada perkara dugaan tindak pidana korupsi ini telah ditetapkan 2 (dua) orang tersangka.  Yaitu “EH” selaku Kadishub pada sat itu, dan sebelumnya  telah ditetapkan “T” selaku Direktur CV. Dewi Shinta (Penyedia)." Sebut Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari), melalui Kasi Intel. Budi Febriandi. SH, Kamis sore (12/05/2022)

Kemudian Budi Febriandi menambahkan, kedua tersangka yang ditetapkan pada perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Kapal Penumpang di Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil tersebut. Pasal yang dipersangkakan, masing - masing melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Sekedar diketahui, pada perkara dugaan tindak pidana korupsi Pengadaan Kapal Penumpang di Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil ini. Sebelumnya pada tahun 2018 lalu,  Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Aceh Singkil mendapat kegiatan Pengadaan Kapal Penumpang dengan sumber dana berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 Nomor : SPK:600/07.2/PA-HUB/DAK/2018 tanggal SPK 18 Juli 2018. Dengan total  nilai pekerjaan, mencapai sebesar  Rp. 1.186.773.000,- yang dilaksanakan oleh penyedia barang CV.Dewi Shinta yang  beralamat di Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil. 

Kemudian dalam proses pelaksanaan pekerjaan/kegiatan,  CV. Dewi Shinta mendapatkan dukungan dari perusahaan PT. MAJU BANGKIT INDONESIA GROUP yang beralamat di Surabaya.  Dimana, kapal itu dibuat di galangan kapal PT. MAJU BANGKIT INDONESIA GROUP Cabang Kendari, Sulawesi Tenggara. Dengan total pembayaran terhadap kapal,  senilai  Rp1.056.767.423,- kepada Penyedia Jasa (CV. Dewi Shinta), setelah dipotong PPN, PPH dan Infaq. Serta  kapal diserahterimakan pada hari Jumat (07/12/2018) lalu.

 " Bahkan, sejak Kapal tersebut dari awal serah terimakan sampai saat ini, tidak pernah dipergunakan dan dalam keadaan rusak dan tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya." Tambahnya

Diberita sebelumnya, akibat dari  perbuatan para tersangka yang telah melakukan Pengadaan Kapal Penumpang pada Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil (DAK AFIRMASI) Tahun Anggaran 2018 mengakibatkan kerugian negara mencapai sebesar Rp 354.767.413,00. Hal ini juga sesuai dengan Laporan Hasil Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Aceh tanggal 25 April 2022.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar