Berlanjut, Penanganan Kasus Dugaan Mark Up Singkil-3 Menunggu Hasil Saksi Ahli

Kondisi KMP Singkil-3 Tertambat di Sungai Gosong, Aceh Singkil

KBRN, Singkil : Proses Penanganan Kasus indikasi Mark- Up Pengadaan Kapal Cepat Singkil-3 senilai Rp1,2 Miliar di Kabupaten Singkil, Aceh, terus berlanjut. Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Singkil, masih menunggu hasil pemeriksaan tim ahli dari Institut Tegnologi Sepuluh Nopember (ITS) Fakultas Teknologi Kelautan Surabaya sebagai saksi ahli dalam kasus tersebut.

Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Singkil, Muhammad Husaini. Melalui Kasi Pidana khusus (Pidsus), Delfiandi, kepada RRI. Rabu (19/01/2022).

Disebutkanya, setelah dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait kasus dugaan Mark Up pengadaan Kapal yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi tahun 2018 Senilai Rp. 1,2 itu. Selanjutnya, tim penyidik Kejari Singkil, Aceh, masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim tenaga ahli.

Sebab menurutnya, setelah hasil pemeriksaan itu sudah keluar, baru akan dikaji kembali apakah adanya perbuatan - perbuatan melawan hukum yang hingga menimbulkan atau menyebabkan kerugian negara.

Karena sebelumnya,  kehadiran tim tenaga Ahli dari Instut Tegnologi Sepuluh November (ITS) Fakultas Teknologi Kelautan Surabaya tersebut sebagai saksi ahli pada kasus ini, bertujuan untuk melakukan pemeriksaan pada bagian spesifikasi kapal. Diantaranya, melakukan pengukuran pada kapal, menghitung kelengkapan kapal. Serta memastikan ketebalan kapal.

" Proses penanganan kasus ini masih berlanjut, saat ini kita masih menunggu hasil tim atau tenaga saksi ahli " Sebut Delfiandi

Disamping itu, Delviandi juga mengatakan,  dalam penanganan kasus dugaan Mark Up pengadaan Kapal cepat sepanjang tahun 2021 lalu. Pihaknya sudah memanggil lebih kurang dari 20 saksi untuk di mintai keterangan. 

Dimana saksi-saksi itu meliputi, mulai dari Dinas Perhubungan selaku instansi pengadaan kapal. Kemudian tim Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kantor Bupati Aceh Singkil. Serta pihak dari Bumdes Pulau Banyak sebagai sasaran sebagai manfaat pertama tujuan pengadaan Kapal.

Selanjutnya juga tidak terlepas telah di panggil dari Badan Pengelola Keuangan Kabupaten (BPKK), bangunan atau  bidang Aset dan Anggaran. Kemudian pihak Perusahaan pembuatan kapal di Surabaya dan perusahaan pemenang tender. 

" Untuk pemeriksaan saksi, lebih kurang ada 20 saksi yang sudah kita panggil." Tegasnya 

Sekedar diketahui, sebelumnya status penanganan kasus dugaan Mark Up pengadaan Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Singkil-3 tersebut dari Penyelidikan ke tahap Penyidikan sudah di mulai sejak 22 Juli 2021 lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar