Februari, WADA Izinkan Bendera Merah Putih Berkibar

KBRN, Jakarta: Pemerintah mengapresiasi gerak cepat tim Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) di awal 2022.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan  WADA merasa puas dengan kinerja Indonesia terkait persoalan sanksi yang ditargetkan satu tahun. Meski demikian, menurutnya, kemungkinan besar sanksi tersebut akan terbebas awal Februari 2022.

"Mudah-mudahan kalau tidak ada aral melintang, itu (bendera Indonesia berkibar lagi). Awal Februari Insyaallah sudah bisa, dari konfirmasi ketua tim satgas, bendera Indonesia sudah bisa berkibar," kata Amali dalam keterangan pers yang diikuti RRI.co.id,  Senin (17/1/2022).

Pada kesempatan yang sama, Ketua Gugus Tugas, ex-officio Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari mengatakan proses pembebasan sanksi sudah dilakukan cukup lama. Okto mengungkap komunikasi terakhir didapat dari perwakilan WADA, Olivier Niggli yang mengatakan bahwa sanksi larangan bendera merah putih dilarang berkibar, dapat berakhir bulan Februari 2022 berdasarkan usaha keras dari tim Indonesia.

"Jadi per Kamis kami menerima langsung dari Direktur Jenderal WADA, lantas surat resmi per Jumat, bahwa yang terkait sanksi wada sudah ada penyelesaian complaining," ujar Okto.

"Bahwa bendera merah putih akan berkibar kembali, namun kalau kita bicara sanksi itu kita harus menjadikan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) yang profesional tidak semudah membalikkan telapak tangan," lanjut Presiden National Olympic Indonesia (NOC Indonesia).

Respon positif juga dijelaskan Wakil Ketua LADI Rheza Maulana yang menyatakan iap membenahi persoalan diinternal, dan sangsi WADA yang mengakibatkan bendera merah putih tidak dapat berkibar di event internasional akan menjadi pembelajaran berharga, kedepannya.

"Jika benar-benar sangsi WADA kepada Indonesia dapat dicabut Februari 2022 dan bendera merah putih dapat segera berkibar dipesta dunia, maka pekerjaan ini sangatlah cepat dari prediksi awal dari pihak Komite Olimpiade Indonesia  yang merencanakan, Maret mendatang," ujar Rheza.

Seperti diketahui, Badan Anti-Doping Dunia memberikan sanksi selama satu tahun kepada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) pada 7 Oktober 2021, karena dinilai tidak patuh terhadap Kode WADA.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar