Persoalan PMK di Singkil, Posko Check Poin Pemeriksaan Hewan di Perbatasan Belum Optimal

Sejumlah Hewan Ternak di Aceh Singkil Mulai di Suntik

KBRN, Singkil : Terkendala dengan anggaran (Biaya), Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Aceh Singkil. Kuatno, SP, Senin (04/07/2022) mengakui,  Posko Check Poin Pemeriksaan Hewan di sejumlah Perbatasan Aceh - Sumut Belum Optimal. 

Padahal, Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, masih menjadi perhatian utama. Meski sebelumnya, ratusan hewan ternak warga setempat telah di lakukan penyuntikan atau vaksinasi.

" Posko Check Poin untuk pemeriksaan hewan ternak di perbatasan belum optimal. Selain minimnya petugas, juga belum tersedia anggaran." Sebut Kuatno, SP 

Untuk itu, ia berharap melalui anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp. 229 Juta lebih, pendirian posko  Check Poin pemeriksaan hewan ternak masuk ke wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Aceh. Terutama menjelang Idul Adha 1.443 Hijiriah dapat berjalan.

" Jika belum ada biaya kita tidak berani menyuruh petugas aktif hingga malam. Terutama, di perbatasan Lae Balno, Danu Paris, Aceh Singkil." Tambahnya 

Selanjutnya ketika disinggung hasil dari pemeriksaan sampel ternak sapi warga Desa Selok Aceh, Singkil, Aceh Singkil, yang di ambil beberapa hari lalu. Kuatno mengungkapkan, 10 dari 24 ekor ternak yang  diambil sampel dinyatakan positif PMK.

Meskipun sampai hari ini katanya, kondisi ternak sapi warga tersebut sudah mulai membaik dan hanya 4 ekor lainnya yang belum bergerak gesit (seperti biasa).

Seperti diketahui, sebelumnya sebagai salah satu upaya lain yang sudah dilakukan untuk mencegah penularan wabah PMK di Aceh Singkil, Aceh. Baru -baru ini tim Keswan setempat telah melakukan vaksinasi terhadap 300 ternak. 

Diantaranya, di Kecamatan Gunung Meriah, Singkohor dan Simpang Kanan, Aceh Singkil.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar