Ini Solusi Masalah Kesehatan Ibu dan Anak dari FKM UI

KBRN, Depok : Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menggagas suatu sistem pemantauan kesehatan dan demografi yang terintegrasi dengan mengembangkan Aplikasi Sistem Surveilans Demografi-Kesehatan (SOSDEKES).

Aplikasi ini menerapkan teknologi dengan metode Demographic Health Surveillance System (DHSS) dan secara perdana diaplikasikan di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor untuk mengatasi permasalahan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Masalah pendataan mengenai KIA yang dihadapi di Indonesia menjadi masalah yang harus ditangani. Ketersediaan data yang tidak akurat, data yang tidak tepat waktu, serta tidak relevan merupakan salah satu dari penyebab masalah tersebut.

Tidak adanya sistem pemantauan yang kuat dan berkelanjutan berimplikasi pada rendahnya kualitas informasi yang diterima oleh pelayanan publik dan pemerintah daerah mengenai permasalahan demografi maupun kesehatan, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.

"Melalui pemantauan kesehatan lewat aplikasi SOSDEKES inilah tim pengmas FKM UI berusaha memberikan solusi dari masalah tersebut," kata Ketua Tim Pengmas Penggagas Aplikasi SOSDEKES, Kemal N. Siregar dalam keterangan persnya kepada wartawan, Senin (06/01/2019).

Dalam penerapannya, aplikasi SOSDEKES menggunakan Open Data Kit (ODK) sebagai platform dasar sistemnya. ODK ini merupakan aplikasi berbasis android untuk melakukan pengumpulan data yang bersifat reliable serta berbiaya rendah.

Pelaksanaan pengumpulan data menggunakan ODK dilakukan oleh kader kesehatan dan petugas kesehatan fasilitas kesehatan tingkat pertama dan Puskesmas setempat. Penentuan kader kesehatan dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif melalui pemberdayaan warga Kecamatan Babakan Madang.

Kader kesehatan memiliki peran dalam mengumpulkan data demografi wilayah. Kader kesehatan bertugas untuk melakukan entri data demografi yang dikumpulkan melalui sensus cepat rumah tangga yang diikuti langsung oleh kegiatan kunjungan rumah tangga setiap tiga bulan sekali untuk menghasilkan informasi dalam bentuk database yang terbarui tentang kesehatan dan demografi masyarakat.

Sedangkan petugas kesehatan yang bertugas di Puskesmas berperan dalam mencatat statistik rutin layanan di fasilitas kesehatan untuk menghasilkan database mengenai pelayanan kesehatan.

“Diharapkan dengan adanya sistem yang efektif, maka dapat diperoleh data tepat waktu dan akurat untuk mengatasi masalah dan solusi kesehatan ibu dan anak di tingkat wilayah Puskesmas/Kecamatan," harapnya.

Selain itu, database yang tertanam pada SOSDEKES dapat dijadikan acuan bagi para pemangku kebijakan untuk menentukan keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah KIA. Diantaranya kesehatan maternal, bayi baru lahir, dan balita melalui data dan informasi yang berkualitas serta adekuat yang terhimpun dalam suatu sistem database.

Kegiatan Pengmas ini telah berlangsung dari bulan Juli 2019 hingga Desember 2019 dan telah dilaksanakan pula Sosialisasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di daerah setempat. 

"Diharapkan, program Pengmas yang diusung oleh Dosen FKM UI ini dapat menciptakan sistem DHSS dengan Aplikasi SOSDEKES yang mampu berkontribusi positif dari di dalam penyelesaian masalah KIA di Indonesia," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00