Uji Coba Vaksin Targetkan 10.000 Warga Inggris

Ilustrasi Vaksin Corona (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Oxford University dan AstraZeneca perusahaan multinasional bidang farmasi dan bio-farmasi berkedudukan di Cambridge, Inggris, melakukan uji coba keampuhan vaksin Covid19 pada sekitar 10.000 orang dewasa dan anak-anak di Inggris.

Pimpinan eksekutif AstraZeneca Mene Pangalos menyatakan, mengutamakan tenaga kesehatan dan pekerja sektor publik untuk mendaftar pada uji coba vaksin itu guna mengetahui keampuhannya.

"Setidaknya, mereka berisiko tertular virus corona jenis baru (SARS-CoV-2), penyebab COVID-19, saat menjalani kegiatan sehari-hari," kata Pangalos seperti dilansir reuters pada Sabtu (23/5/2020).

Diungkapkan, uji coba tahap pertama telah dimulai sejak 23 April 2020 melibatkan lebih dari 1.000 relawan berusia 18 tahun sampai 55 tahun.

Uji coba tahap II dan III akan melibatkan warga berusia 56 tahun serta anak-anak berusia 5-12 tahun.

"Kecepatan menguji coba vaksin hingga memasuki tahap akhir uji klinis merupakan terobosan penelitian dari Oxford. Hasil uji coba vaksin kemungkinan baru dapat dipublikasikan pada dua sampai enam bulan," kata Pangalos.

Dipihak lain, Direktur Eksekutif AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan, jenis vaksin digunakan adalah ChAdOx1, juga dikenal sebagai AZD1222. Vaksin ini biasanya dipakai menangkal meningitis/radang selaput otak.

Ditambahkan, para relawan tidak diberi tahu informasi terkait pengelompokkan uji vaksin agar tidak berpengaruh terhadap tingkah laku. Diperkirakan para peserta uji coba akan mengalami efek samping ringan seperti sakit lengan dan sakit kepala setelah disuntik vaksin.

"Jika penularan tetap tinggi, kami mungkin mendapatkan data yang cukup dalam beberapa bulan guna mengetahui apakah vaksin ini bekerja, tetapi jika tingkat penularan turun, ini dapat menghabiskan waktu sampai enam bulan," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00