Remdesivir Perpendek Waktu Pemulihan Pasien Covid-19

Obat Remdesvivir sedang diuji coba untuk melawan wabah Covid-19 (Source Reuters)

KBRN, Jakarta : Hasil uji coba Remdesivir buatan Gilead Sciences Inc menunjukkan bahwa obat ini diklaim menawarkan manfaat paling besar untuk pasien terpapar wabah pandemi global Coronavirus (Covid-19) baru yang masih membutuhkan oksigen ekstra namun tidak memakai ventilator. 

Demikian menurut keterangan resmi yang disampaikan National Institutes of Health (NIH). Data peer-review itu diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, seperti dilansir Reuters. 

Hasil uji coba yang dilakukan secara intensif memperlihatkan Remdesivir diklaim mampu memperpendek waktu pemulihan pasien Covid-19 hingga 4 hari atau 31 persen lebih cepat jika dibandingkan dengan pasien yang hanya mendapatkan terapi pengobatan biasa.

Manfaat terbesar Remdesivir dapat terlihat pada pasien Covid-19 yang cukup parah sehingga membutuhkan oksigen tambahan, namun tidak menggunakan alat bantu pernafasan atau ventilator.

Berdasarkan data yang dirinci NIH dalam jurnal ini mirip dengan hasil awal yang lembaga asal Amerika Serikat (AS) tersebut rilis pada April 2020 dari penelitian yang dilakukan sejak Februari 2020 dengan 1.063 peserta di 10 negara.

Para peneliti menyebutkan sebanyak 7 persen pasien yang mendapatkan obat Remdesivir dinyatakan meninggal jika dibandingkan dengan 112 persen pasien plasebo. Namun meski demikian mereka mengatakan, perbedaan dalam tingkat kematian memang tidak signifikan.

“Temuan kami menyoroti kebutuhan untuk mengidentifikasi kasus Covid-19 dan memulai pengobatan antivirus sebelum penyakit paru berlanjut untuk memerlukan ventilator," tulis para peneliti NIH seperti dikutip Reuters, Sabtu (23/5/2020). 

Mereka mencatat, angka kematian yang tinggi walaupun menggunakan Remdesivir kemungkinan obat antivirus akan lebih efektif dalam kombinasi dengan pengobatan lain untuk Covid-19, penyakit pernapasan yang disebabkan Covid-19 baru.Gilead menyatakan, mereka mengharapkan hasil dari penelitiannya terhadap penggunaan Remdesivir pada pasien Covid-19 bisa keluar akhir Mei 2020.

"Kami menantikan dimulainya studi kombinasi Remdesivir untuk memahami, apakah penambahan obat lain bisa meningkatkan hasil pasien," kata Chief Medical Officer Gilead Merdad Parsey kepada Reuters.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sebelumnya telah mengizinkan atau memperbolehkan penggunaan darurat Remdesivir pada 1 Mei 2020.Sedangkan Gilead telah memasok obat itu ke Rumah Sakit (RS) sebagai bagian dari janji mereka untuk menyumbangkan 1,5 juta botol Remdesivir yang cukup untuk 140.000 pasien.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00