Ayo Bangkit dari Pandemi dengan Literasi

KBRN, Jakarta : Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan berat, yakni pandemi Covid-19. Penyebaran penyakit menular ini sangat cepat. Sampai dengan awal Juni 2020 sudah 422 kabupaten/kota yang terdampak di 34 provinsi.

Covid-19 membawa dampak besar pada aspek sosial-ekonomi. Seiring pemberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), mobilitas penduduk menjadi terbatas dan mengakibatkan proses produksi di sektor riil berkurang karena sebagian besar pekerja diminta bekerja dari rumah.

"Satu hal yang penting, kita sudah melalui bersama satu tahap nasional yaitu kenormalan baru. Di dalam kenormalan baru ini, termasuk, perpustakaan menerapkan layanan tidak hanya online sebagaimana pada waktu pembatasan PSBB, tetapi dalam kenormalan baru kita juga menerapkan layanan on site Perpustakaan, tentu harus mengindahkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan ini terutama menggunakan aturan-aturan bagaimana menggunakan masker wajib, disinfektan center untuk pengunjung, pembatasan kuota kunjungan yang dilakukan secara online," terang Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpusnas, Joko Santoso dalam konferensi pers secara daring, Senin (15/6/2020).

Menurut dia, Perpusnas memang membatasi kunjungan 1.000 orang per harinya. Sehingga bisa kita evaluasi proses pelaksanaan kenormalan baru ini, bagaimana perpustakaan bisa dimanfaatkan masyarakat tidak hanya untuk distribusi informasi mengenai pandemi Covid, tetapi juga hal-hal lain yang sangat dibutuhkan masyarakat terutama di dalam kapasitasnya untuk melakukan transfer pengetahuan dan ketrampilan dan kecakapan.

Terkait tema “Bangkit dari Pandemi dengan Literasi”, Joko menjelaskan bahwa Perpusnas dengan dukungan Bappenas telah melakukan kegiatan penguatan literasi untuk kesejahteraan melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. 

"Pengembangan perpustakaan terkait dengan transformasi ini diarahkan pada tiga aspek, yaitu bagaimana perpustakaan sebagai Wahana pembelajaran sepanjang hayat di dalam mewujudkan inovasi dan juga kreativitas masyarakat, melalui berbagai macam informasi dan pengetahuan yang tersedia di perpustakaan," jelas Joko. 

Direktur Pendidikan Tinggi dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Hadiat, MA menambahkan, berbicara soal literasi tidak hanya sebatas memahami, menulis dan cara membaca dan juga sampai memampukan.

"Ini yang menjadi tantangan kita. Karena itu, ya mungkin akhirnya bisa merespon berbagai kondisi di dalam pembangunan ini, termasuk dalam kondisi pandemi ini, karena esensinya kan pada manusia. Bagaimana kita dengan mendorong sarana khususnya dalam konteks ilmu pengetahuan, bacaan itu akhirnya bisa menemukan seseorang survive untuk produktif di dalam kondisi apapun termasuk dalam  pandemi ini.

"Jadi saya pikir ini yang menjadi semangat kita, kenapa kita mencoba mengajak semua pihak untuk membicarakan hal ini, mulai dari pejabat tingkat tinggi para Menteri, Gubernur, Bupati maupun kegiatan-kegiatan operasi dan pemerhati lainnya," jelasnya. 

Penyelenggaraan Webinar bertajuk "Bangkit dari Pandemi dengan Literasi" dijadwalkan pada Rabu, 17 Juni 2020 lusa pukul 15.00 WIB melalui aplikasi telekonferensi Zoom, yang juga akan disiarkan secara live streaming melalui YouTube Perpustakaan Nasional RI.

Webinar ini akan difokuskan pada pembahasan isu literasi dalam mendukung pembangunan sosial-ekonomi di masa pandemi dengan menghadirkan narasumber dan pokok bahasan terdiri dari Muhammad Syarif Bando (Kepala Perpustakaan Nasional), Tema: Kenormalan Baru Perpustakaan dan Pemulihan Sosial Ekonomi. Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) Tema: Literasi untuk Meningkatkan Kualitas SDM dan Kesejahteraan. Helmy Yahya (Praktisi Media) Tema: Literasi Digital dalam Kenormalan Baru. Suprawoto (Bupati Magetan, Jawa Timur) Tema: Penguatan Literasi Daerah untuk Penanggulangan Dampak Covid-19.

Adapun Pidato Kunci (Keynote Speech) akan disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, dan Pengantar Webinar oleh Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Subandi Sardjoko.

Webinar akan dimoderatori oleh Retno Pinasti (Pemred SCTV dan Indosiar). Webinar akan dihadiri oleh sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah (Bappeda dan dinas perpustakaan), akademisi, pegiat literasi dan masyarakat umum. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00