Calon Jemaah Sedih Gagal Berangkat Haji

KBRN, Pamekasan: Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk tidak memberangkatkan calon jemaah haji tahun 2020 demi melindungi jemaah dan petugas dari virus corona baru atau Covid-19. Namun calon jemaah haji (Calhaj) tetap saja sedih dibuatnya.

Salah seorang calhaj asal Pamekasan Abd. Kadir mengaku sedih karena dirinya sudah menunggu untuk dibeangkatkan ke Tanah Suci selama 9 tahun, namun ternyata ditunda ke tahun depan.  

Kadir mengungkapkan, meskipun kecewa, dirinya tidak akan melakukan transaksi pengembalian biaya perjalanan ibadah haji (BPIH), karena uang itu memang sudah diniatkan sejak awal.

“Ya kami sedih, tapi tetap harus menerima karena sudah keputusan pemerintah dan kami percaya ini merupakan pemberian dari Allah yang tebaik untuk kami pada saat ini,” ucapnya, Jumat (5/6/2020). 

Senada, Calhaj lainnya, Mohammad Erliyanto juga menyampaikan dirinya tidak akan melakukan transaksi pengembalian BPIH, karena calon Jemaah haji yang batal berangkat tahun ini otomatis akan berangkat tahun depan. 

“Memang ada ketentuannya untuk penarikan kembali pelunasan BPIH, tapi saya tidak akan menarik, jadi ketika mau menjelang keberangkatan tahun depan saya tinggal menunjukkan bukti pelunasan BPIH kepada kemenag,” ujarnya. 

Menurut Erli, dirinya sudah menunggu 9 tahun untuk bisa sampai pada pemberangkatan haji musim ini, tetapi ditunda ke tahun depan akibat pandemi virus corona. 

Untuk itu, ia berharap tahun depan pemberangkatan calon Jemaah haji Indonesia bisa berjalan lancar dan tidak ada penundaan kembali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00