Sederet Artis dan Praktisi Menguji dan Mengajar Online di UI

Sejumlah artis dan praktisi tanah air menguji dan mengajar online di Universitas Indonesia

KBRN, Depok : Bertempat di dunia maya, sederet artis menjadi penguji dan pengajar di berbagai kelas yang diadakan oleh Program Studi Vokasi Humas dan Direktorat Kemahasiswaan Universitas Indonesia di masa-masa Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di UI. 

“Dian Sastrowardoyo, Yoris Sebastian, Shanty C Harmyn, adalah para Pengajar praktik di Program Studi Vokasi Humas UI. Dalam Kegiatan Sidang Tugas Karya Akhir  (TKA) mahasiswa Vokasi Humas, ketiganya bersama-sama dengan para pengajar tetap,  menguji para mahasiswa mengunakan aplikasi google meets selama rata-rata 1 - 1,5 jam,” ujar Rosari Saleh, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Senin (18/5/2020). 

“Sebuah kehormatan bagi saya bisa diajar dan diuji oleh Mbak Dian Sastro selama kurang lebih 9 bulan ini. Selama dibimbing Mbak Dian, saya dapat berinteraksi langsung dengan tokoh-tokoh top tier yang ada di industri film Indonesia. Saya mendapatkan pengalaman nyata bagaimana proses produksi sebuah film. Ilmu saya di kampus benar-benar terpakai selama di Industri. Saya diijinkan bahkan untuk mempresentasikan ide dan gagasan saya di hadapan klien-klien besar,” ujar Shafira Larasati, Mahasiswi Vokasi Humas UI. 

Lain lagi dengan pengalaman yang dirasakan oleh Sasthi Nandani, yang melakukan studi kerja bersama pengakar praktik Shanty C Harmyn, di Base Entertainment, yang melahirkan beberapa film di antaranya Perempuan Tanah Jahanam yang disutradari oleh Joko Anwar dan Film Bebas oleh Mira Lesmana dan Riri Riza.

“Saya studi kerja di departemen creative development. Saya membantu riset proyek serial Tunnel, adaptasi serial Korea yang tayang di aplikasi streaming GoPlay. Riset yang dilakukan ditujukan untuk menunjang tim penulis dalam penulisan skenario, memberikan saran terhadap naskah berdasarkan assessment yang juga menjadi tugas saya. Saya juga diberi tanggung jawab untuk menjadi penghubung antara para kreator yang mengajukan proposal film dengan jajaran eksekutif BASE,” tambah Sasti Nandani.

“Di OMG, saya belajar mempraktikkan ilmu kehumasan yang sulit saya pahami dan bayangkan ketika belajar teorinya di kampus. Sebagai contoh, OMG adalah perusahaan yang tidak beriklan dengan metode apapun, tetapi memiliki klien-klien besar, hal ini karena OMG betul-betul mempraktikan teori kehumasan. Saya mendapatkan konteks dari ilmu yang diperoleh di kampus,” seru Indira Hayyu Maharani, mahasiswa yang melaksanakan studi kerja bersama Yoris Sebastian, di OMG Creative Consulting. 

“Para Pengajar praktik selama dua semester telah mengajar para mahasiswa Vokasi Humas di industri dan kemudian menjadi penguji ahli, karena mereka yang membimbing para mahasiswa ketika melakukan studi kerja di kantor masing-masing. Program studi Vokasi Humas, semenjak tahun 2018 telah menerapkan kurikulum 3-2-1, dimana selama 3 semester awal kegiatan belajar dan praktik dilakukan di ruang kelas dan laboratorium di kampus. Lalu dua semester berikutnya langsung belajar di industri dan satu semester terakhir dapat meneruskan di industri atau kembali ke kampus,” tambah Rosari Saleh. 

“Selama Pelaksanaan Kelas Daring ini, Direktorat Kemahasiswaan UI, juga mengundang pengajar tamu dari berbagai kalangan, untuk menambah pengetahuan para mahasiswa UI dan masyarakat umum. Sebut saja Armand Maulana, Gisel, Hedi Yunus, Hilbram Dunar, Rizky Febian, Rio Febrian, Tommy Tjokro, Yovie Widianto, Yosi P Project, hadir dalam rangkaian kelas online  yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan bekerjasama dengan Eventori, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud dan Siberkreasi,” seru Rosari.

“Tidak hanya para artis, sederet profesional juga turut andil sebagai pengajar online untuk tema The Art of Smartphone Photography; Kabar Berita Corona: Informasi atau Sensasi; Perlindungan Data Pribadi : Menguak Keamanan Data Pribadi di Ranah Daring; Street Photography : Shot on Phone; Personal Branding on Social Media for College Students; Internet Please do Your Magic :Jualan Online di Masa Pandemi. Sedangkan para penguji dalam ujian online terdiri dari praktisi industri yang berasal dari perusahaan seperti Traveloka, Jenius, OVO, Metro TV, Tempo, OMG Creative Consulting, The Hatch Indonesia, Sampingan dan sebagainya,” ujar Rosari. 

“Kelas online yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan ini disambut baik oleh mahasiswa UI dan masyarakat umum, di mana para pendaftarnya rata-rata minimal 500 orang,” tutup Rosari.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00