Akibat Corona, Pria Ini Kehilangan Jari Tangannya

Foto: NY Daily News

KBRN, Jakarta: Pria asal California, Amerika Serikat meminta agar semua orang menganggap serius penyakit covid-19 atau corona. Hal itu ia katakan, usai dirinya hampir kehilangan beberapa jari di tangannya. 

Dikutip dari Health, Gregg Garfield (54) merupakan salah satu pasien Covid-19 yang tertular virus pada bulan Februari lalu. Gregg tertular corona saat perjalanan bersama teman-temannya ke pegunungan Alpen, Italia.

13 orang dalam rombongannya saat kee Italia dinyatakan positif Covid-19. Saat itu, Gregg mengalami kasus terburuk daripada yang lainnya, bahkan dokter memberitahunya bahwa peluang hidupnya hanya tinggal 1 persen.

"Secara medis, saya seharusnya tidak berada di sini," katanya kepada KTLA. "Dari MRSA, hingga sepsis, hingga gagal ginjal, hingga gagal hati, emboli paru, paru-paru yang pecah - empat di antaranya," ujarnya. 

Pria ini sampai harus menggunakan ventilator selama hampir setengah waktu dari 64 hari perawatannya di rumah sakit. Gregg kemudian meninggalkan rumah sakit pada awal Mei. 

Gregg bisa selamat namun dengan segala konsekuensi, yakni semua jari di tangan kanan dan sebagian besar di tangan kirinya harus diamputasi.

"Namun, perhatikan ini. Tanganku tidak akan pernah sama lagi. Saya tidak punya jari lagi," ujarnya.

Untuk itu, ia memberi tahu semua orang agar peduli kepada dirinya sendiri. Karena Covid-19 bisa menyerang siapa saja. Ia meminta untuk semua orang mematuhi protokol kesehatan.

"Saya di sini untuk memberi tahu Anda, ini bisa terjadi pada Anda," tambahnya.

Saat ini, Gregg akan segera menjalani setidaknya enam operasi untuk merekonstruksi jari-jari tangannya, dan kemungkinan akan mendapatkan prostetik untuk kemudian dipasang di tangan kanannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00