Jerinx SID Hadiri Pemanggilan Polda Bali

Foto: Antara

KBRN, Jakarta: Drummer band Superman Is Dead tidak jadi dijemput paksa oleh polisi. I Gede Ari Astina atau akrab disapa Jerinx menepati janji untuk memenuhi panggilan dari Polda Bali pada Kamis (6/8/2020).

Jerinx Superman Is Dead (SID) hadir memenuhi panggilan kedua Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, Kamis, sekitar pukul 10.32 WITA. Jerinx hadir utnuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Saat menghadiri Polda Bali, Jerinx yang bernama asli I Gede Ari Astina  mengenakan kaus hitam bertuliskan "Indonesia Tolak Rapid" tanpa mengenakan masker didampingi pengacaranya Wayan Suardana.

"Jauh sebelum saya menulis postingan pada 13 Juni 2020, mungkin beberapa minggu sebelumnya, saya baca berita rakyat menengah ke bawah dipersulit oleh prosedur rapid, sampai ada yang meninggal dan tidak ditangani dengan serius. Itu akumulasi perasaan empati saya dan kasihan kepada rakyat yang dipersulit gara-gara prosedur rapid," kata Jerinx saat memasuki kantor Ditreskrimsus Polda Bali.

Penabuh drum ini menjalani pemeriksaan di sebuah ruang wawancara di Kantor Ditreskrimsus Polda Bali yang digelar secara tertutup. Pemeriksaan terhadap Jerinx berlangsung selama kurang lebih dua jam.

Drummer "SID" Jerinx dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali karena postingan di medsosnya yang menyebut bahwa IDI adalah kacung WHO (World Health Organization). 

"Dasar laporan itu terkait ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Jerinx di medsos, di akun instagramnya," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi seperti dikutip CNN pada Selasa (4/8/2020).

Syamsi mengungkap, IDI Bali melaporkan Jerinx pada 16 Juni lalu. Unggahan Instagram yang dipermasalahkan yakni tentang tuduhan bahwa IDI dan rumah sakit sebagai "kacung" WHO.

Polda Bali, kata dia, sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk Ketua IDI. Polda Bali juga sudah meminta keterangan dari sejumlah ahli.

Terkait laporan ini, Jerinx diduga melanggar pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 Ayat (2) dan/atau Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) UU Republik Indonesia No 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00