Randang, Diplomasi Tanah Air Nan Mengenyangkan

Foto: (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Di periode Republik masih seumur jagung, peran para diplomat begitu teramat penting. Kini diplomasi bertranformasi menjadi bahasa visual.

Penggiat dan pengamat dari Ruang Kreatif Kota Pusaka, Asfarinal mengatakan, yang menjadi garda terdepan diplomasi di saat ini adalah bahasa visual.

"Bahasa visual kerap dijadikan sebagai ujung tombak dalam berdiplomasi dan berpromosi," kata pria yang karib disapa Nanang ini kepada rri.co.id, Jumat (10/7/2020).

Nanang mencontohkan bagaimana negara-negara luar dalam menjual produk khasnya, begitu mudah dengan menggunakan bahasa visual.

"Bagaimana Tom Yam Thailand begitu primadona karena diplomasi mereka sangat kuat," ucap Nanang.

Melihat itu, Nanang berharap dan bermimpi makanan khas Indonesia juga dapat berbuat di kancah internasional. Salah satu yang sudah diakui adalah Nasi Padang dan Randang (Rendang).

"Kalau dulu saat kemerdekaan masih di bawah bayang-bayang Belanda, mereka yang terlahir dari rahim Ranah Minang, dengan berdiplomasi mampu menguatkan akar Ibu Pertiwi. Tidak salahnya kini Randang yang berdiplomasi," ucap Nanang.

Kata Nanang, hal itu tentu tidak akan sulit mengingat Randang dan Nasi Padang yang sudah mendunia. Tentu sinergi antara pemerintah yakni Kedutaan Indonesia, dengan pelaku atau penggiat kuliner dapat terjalin solid.

"Betul multiplier effect dari kuliner Padang ini yang mustinya kita pahami ya. Kita tidak mendorong Nasi Padang, tapi multiplier effectnya. Tentu narasi-narasi yang menjelaskan dan produk-produk yang melengkapinya yang diperkuat. Dan pastinya peran para duta besar Indonesia di belahan dunia sana," jelas Nanang.

Nanang yakin mimpi itu bisa terwujud, dengan banyaknya para penggiat kuliner kuliner Padang yang serius mempromosikan kuliner Padang dengan berbagai keahliannya.

"Saya sebut ada Reno Andam Suri yang diakui dunia dengan tulisan Randangnya. Ada Bonchan yang fokus mempromosikan kudapan khas Minang lewat media online. Ada Roby Bagindo yang konsen membuat video cara memasak kuliner Padang, ada Arie Parikesit yang menjadi pakar kuliner, dan konsen juga dengan kuliner Ranah Minang untuk dipromosikan," sebutnya.

"Tentu kolaborasi pemerintah dengan para penggiat ini, sebungkus Nasi Padang atau Randang akan cepat mendunia. Kalau dulu Agus Salim, Bung Hatta, Sutan Syahrir yang berdiplomasi, kini biarkan Randang yang menggantikannya, Randang yang berdiplomasi. Saya kutip dari budayan, diplomasi yang mengenyangkan" pungkasnya menambahkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00