Akibat Corona, Mahasiswi Ini Dilema Berangkat Liburan

Ilustrasi liburan (Foto: Dok Kemenparekraf)

KBRN, Jakarta: Beberapa provinsi di Indonesia telah membuka destinasi wisatanya kembali. Kesiapan pembukaan destinasi wisata di beberapa daerah ditunjang dengan terbitnya protokol kesehatan khusus pariwisata.

Walaupun sudah dibuka, ternyata masih banyak masyarakat yang galau atau dilema untuk berangkat liburan di luar kota. Seperti mahasiswi bernama Anita (25) yang mengaku masih takut dengan virus corona. Untuk itu, dia dan teman-temannya membatalkan seluruh rencana liburannya ke Bandung.

"Aku udah mutusin buat beli tiket sama temen-temen kampus, tapi enggak jadi berangkat, tujuan aku sih ke Bandung. Aku takut soalnya masih ada corona. Udah sempet aku beli tiket, tapi aku refund karena aku sama temen-temen ku takut," katanya kepada rri.co.id pada Kamis (2/7/2020).

Anita juga mengaku dirinya tidak merasa bebas ketika melakukan liburan di tengah pandemi. Selain, banyaknya protokol kesehatan yang harus ia lakukan, faktor biaya tambahan juga menjadi kendala dirinya dan teman-temannya.

"Karena banyak peraturan yang harus dijalanin, aku jadi rada males juga. Karena menurut aku ribet lagi liburan harus diatur-atur ini, itu, jadi enggak bebas. Belum lagi harus keluarin biaya lebih untuk dokumen-dokumen keberangkatan, karena aku kan naik kereta, terus juga kaya rapid tes, SIKM, sama surat kesehatan," jelasnya.

"Liburan kan tujuannya untuk refreshing tapi kalau aku maksain keluar terus jadinya enggak enjoy, ya lebih baik gausah, karena pasti menyita waktu," tambahnya.

Padahal, kata Anita, dirinya sudah merasa jenuh sekali dan ingin berangkat liburan ke luar kota. Tapi, ia memutuskan untuk tetap memprioritaskan aspek kesehatan.

"Dilema juga waktu itu berangkat atau tidak. Akhirnya, ya mau nggak mau, aku gajadi berangkat. Padahal udah bosen banget di rumah, mau jalan-jalan banget. Tapi apa daya walaupun udah dibuka aku sama temen-temen tetep takut. Lebih baik jaga kesehatan daripada aku nekat berangkat," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00