Tiga Parpol di Kota Madiun Nihil Sumbangan Dana Kampanye

KBRN, Madiun : Enam belas partai politik dan dua tim kampanye pasangan capres cawapres peserta Pemilu 2019 tercatat telah menyerahlan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) ke KPU Kota Madiun, pada Rabu (2/1/2019). Dari 16 parpol peserta pemilu, tiga diantaranya tidak mencantumkan nominal sumbangan dana kampanye, yakni Partai Garuda, Perindo dan PPP. Pun dengan dua tim kampanye pasangan capres cawapres juga nihil atau (nol) sumbangan dana dari pihak manapun.

Komisioner Divisi Hukum KPU Kota Madiun, Sukamto mengatakan, berdasarkan keterangan ketiga parpol dan dua tim kampanye capres cawapres, alat peraga kampanye (APK) yang selama ini sudah terpasang di Kota Madiun, baru sebatas APK yang difasilitasi KPU menggunakan uang negara. 

Menurut Sukamto, walaupun parpol menerima sumbangan APK dari pihak lain, maka wajib dilaporkan ke KPU melalui LPSDK. Hanya saja KPU menduga, kondisi yang ada saat ini kemungkinan tidak ada kesesuaian antara fakta dengan laporan.

“Kita belum bisa mengatakan pelanggaran, tapi kalau ketidaksesuaian antara fakta dan laporan barangkali iya. Karena kalau dalam tahap LPSDK ini baru sebatas melaporkan dan tidak melaporkan. Tapi secara prinsip dia (peserta Pemilu) melaporkan, perkara sesuai atau tidak sesuai dengan fakta itu adalah hasil investigasi dari tim auditor, kalau itu dilakukan,” ungkap Sukamto, Kamis (3/1/2019).

Sukamto menjelaskan, dari 16 parpol peserta Pemilu 2019 yang sudah menyerahkan LPSDK ke KPU Kota Madiun, PDI Perjuangan memiliki sumbangan dana terbesar yakni Rp662,8 Juta. Disusul Partai Demokrat Rp201,9 juta, Partai Golkar Rp189,7 juta. Partai Nasdem Rp56,4 juta, PSI Rp40 juta, PKB Rp25 juta.

Selanjutnya PAN Rp21,84 juta, Partai Gerindra Rp21,81 juta. Partai Hanura Rp21 juta, PKS Rp17,2 juta, PBB Rp6,9 juta. Kemudian Partai Berkarya Rp3,2 juta dan PKPI Rp500 ribu. Sementara Partai Garuda, Perindo, PPP dan dua tim kampanye capres cawapres tidak mencantumkan sumbangan dana kampanye alias nol (0).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00