Anggota PPK Harus Mengetahui Seluruh Informasi Kepemiluan

KBRN, Purwokerto : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas melantik 54 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) tambahan Pemilu Tahun 2019 di aula KPU Banyumas, Rabu (2/1/2019).

Anggota PPK yang dilantik terdiri dari dua orang dari 27 kecamatan di Banyumas. Pengambilan sumpah/ikrar dilakukan oleh Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Imam Arif Setiadi, didampingi dua rohaniawan. Bersamaan dengan itu, digelar juga pelantikan untuk seorang Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota PPK.

Dalam kesempatan ini, Imam mengatakan bahwa anggota PPK tambahan harus segera beradaptasi dengan ritme kerja anggota PPK yang lama. Pasalnya, tahapan Pemilu tahun 2019 sudah dimulai sejak tahun 2018.

“Segera cari informasi sebanyak-banyaknya tentang tahapan Pemilu yang sedang dilaksanakan,” katanya.

Selain itu, anggota PPK tambahan juga perlu melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan setempat.

Imam menegaskan, anggota PPK harus mengetahui seluruh informasi kepemiluan tanpa memandang divisi. Hal ini didasarkan pada realita masyarakat yang membutuhkan informasi kepemiluan akan bertanya kepada penyelenggara, termasuk PPK, tanpa melihat divisnya. Masyarakat beranggapan bahwa setiap penyelenggara mengetahui informasi yang dibutuhkannya.

Lebih lanjut Imam menyampaikan bahwa anggota PPK harus menjaga integritasnya sebagai penyelenggara. Ibarat sebuah perusahaan bisnis, lanjut Imam, maka “bisnis” yang dijalankan oleh KPU Banyumas adalah bisnis kepercayaan. Masyarakat akan memberikan kepercayaannya jika KPU dan badan penyelenggara bisa menjaga integritasnya.

“Integritas adalah kunci. Sekali integritas kita cacat, maka akan sulit membangunnya kembali,” tegas Imam.

Menurut Imam, kunci integritas adalah kesesuaian antara ucapan dan perbuatan yang sesuai. Ia menghimbau agar penyelenggara Pemilu melayani peserta Pemilu secara setara dan berimbang.

Selain itu, lanjutnya, penyelenggara Pemilu juga harus melayani pemilih dengan baik, termasuk juga kepada pemilih disabilitas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00