Polisi Beberkan Alasan Tahan Anita Kolopaking

Kuasa Hukum Djoko Tjandra, Anita Kolopaking. (Dok: Antara)

KBRN, Jakarta: Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono membeberkan alasan pihaknya melakukan penahanan terhadap kuasa hukum terpidana kasus Bank Bali, Djoko Tjandra, Anita Kolopaking. 

Menurutnya, penahanan yang dilakukan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta, sejak Sabtu (08/08/2020) hingga 20 hari kedepan dilakukan agar anita tidak melarikan diri dan tidak ada upaya untuk menghilangkan barang bukti serta mencegah agar yang bersangkutan tak mengulangi tindak pidananya. 

"Sesuai dengan Pasal 21 Ayat (1) KUHAP, jadi syarat subjektif penyidik melakukan penahanan ini antara lain pertama agar yang bersangkutan tidak melarikan diri," ujar Awi kepada wartawan, Sabtu (08/08/2020). 

"Kedua, merujuk Pasal 21 Ayat (1) KUHAp, agar yang bersangkutan tidak ada upaya menghilangkan barang bukti serta mencegah untuk mengulangi tindak pidananya," tambahnya. 

Sebagaimana diketahui, Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menahan kuasa hukum terpidana kasus Bank Bali, Djoko Tjandra, Anita Kolopaking di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta, Sabtu (08/08/2020). 

Penahanan itu dilakukan setelah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan kurang lebih hampir 24 jam dengan 55 pertanyaan pada Jumat (07/08/2020) kemarin. 

Bareskrim Polri sebelumnya telah menetapkan Anita Kolopaking sebagai tersangka dalam kasus pelarian terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra. Status itu ditentukan setelah adanya gelar perkara pada 27 Juli 2020.

Ia disangka telah melanggar Pasal 263 Ayat (2) KUHP terkait penggunaan surat palsu dan Pasal 223 KUHP tentang upaya membantu kaburnya tahanan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00