Aktivis: Isu DjokTjan 'Digoreng', Diskreditkan Pimpinan Polri

Djoko Tjandra (DjokTjan)/ ANTARA

KBRN, Jakarta: Isu surat jalan buron terpidana kasus pengalihan utang atau cessie Bank Bali, Djoko Tjandra (DjokTjan) diduga sengaja 'digoreng' untuk mendiskreditkan pimpinan Polri, dalam hal ini Kapolri Jenderal Idham Azis dan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Dugaan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Investigasi Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (Jari 98) Reynaldi. Padahal menurut dia, sejauh ini Mabes Polri telah tegas mencopot Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Prasetyo Utomo dari jabatannya. Prasetyo dicopot setelah terbukti menandatangani surat jalan untuk DjokTjan. 

"Sikap tegas Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz dan Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo perlu di apresiasi publik. Copot dan tahan pelaku Prasetyo dan diperiksa Divisi Propam," tegas Reynaldi, lewat keterangannya, Rabu (15/7/2020).

BACA JUGAPerwira Pembuat Surat Jalan Djoko Tjandra Dicopot!

Tak lupa, Reynaldi mengkritisi Indonesia Police Watch (IPW) yang duga memiliki maksud terselubung dalam menyebarluaskan surat jalan DjokTjan. Bahkan dia menduga kuat ada upaya kampanye hitam untuk mendiskreditkan Kapolri dan Kabareskrim.

"Seolah ada indikasi semua kesalahan dilimpahkan pada Kabareskrim, targetnya adalah black campaign," duganya. 

Ditekankan Reynaldi, Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo merupakan sosok yang mumpuni. Sebab, selama berkarir di Polri, Listyo Sigit punya segudang prestasi. Hal itu menurut Reynaldi karena buah dari kerja ikhlas tanpa pamrih.

"Kenapa Kabareskrim yang di obok-obok? Kabareskrim itu orangnya nyantai, juga santun kok. Beliau cuma mau kerja dan fokus pada pekerjaannya dan tidak ambisius," tekannya. 

Maka dari itu, ditambahkan Reynaldi, Jari 98 bakalan mendukung penuh Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz dan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo untuk tetap bekerja secara maksimal demi penegakan hukum di Indonesia. 

"Cuekin aja buat orang-orang yang 'goreng' isu ini, lama-lama juga capek sendiri," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00