Polri Buru KKB Yang Tewaskan Warga Sipil

KBRN, Jakarta: Kepala Operasi Satuan Tugas Nemangkawi, Brigjen Polisi Roycke Harry Langie mengatakan hingga kini pihaknya bersama personil Polda Papua terus memburu Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) yang menembak warga sipil hingga tewas di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

“Saat ini personel Operasi Nemangkawi dan Polda Papua terus mengejar para pelaku KKB yang melarikan diri,” ungkapnya dalam rilis yang diterima RRI, Selasa (2/6/2020).

Menurut Roycke kronologinya, korban atas nama Yunus Sani sebelumnya tengah melakukan perjalanan darat dari Kabupaten Intan Jaya menuju ke Kabupaten Nabire melalui Jalan Trans Papua. Di tengah jalan, tepatnya di daerah perbatasan Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Paniai, tepatnya di Gunung Magataga tiba-tiba korban dihadang oleh KKB dan langsung ditembaki tanpa alasan yang jelas.

“Seorang warga sipil asli Papua bernama Yunus Sani menjadi korban penembakan oleh KKB saat sedang melakukan perjalanan darat di Jalan Trans Papua dari Kabupaten Intan Jaya menuju ke Kabupaten Nabire,” ungkapnya. 

“Saat korban tiba di daerah perbatasan Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Paniai, tepatnya di Gunung Magataga, korban dihadang oleh KKB kemudian ditembaki begitu saja hingga mengakibatkan Yunus Sani meninggal dunia di tempat,” tambahnya melengkapi.

Sementara itu, Ketua DPW Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (BAIN HAM RI) Provinsi Papua, Ali Albert Kabiay pun turut angkat bicara dan mengutuk keras kekejaman KKB ini. Bahkan menurutnya aksi ini bisa disebut sebagai teroris, karena warga sipil ikut menjadi korban.

"KKB Papua layak sekali disebut sebagai teroris, karena mereka kerap kali menebar teror kepada masyarakat. Bahkan warga sipil tak berdosapun mereka tembaki hingga meninggal dunia," tutur Ali Albert Kabiay. 

"Saya mengingatkan kepada mereka KKB, bahwa apa yang selama ini mereka lakukan merupakan tindakan keji, melanggar HAM, dan kalian sudah seperti teroris. Saya menghimbau kepada masyarakat Papua untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada aparat keamanan, dalam hal ini TNI dan Polri untuk melakukan penindakan hukum kepada mereka (KKB)," sambungnya. (Foto: Satgas Ops Nemangkawi Polri)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00