Tahanan Kejari Tasikmalaya Positif COVID-19, Penolakan Terjadi

Suasana Rapid Test di Lapas Kelas II B Tasikmalaya (Istimewa/Lapas Tasikmalaya).jpg

KBRN, Tasikmalaya : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya, Jawa Barat, menolak satu orang dari sembilan tahanan titipan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya.Tahanan berinisial AM ini ditolak karena diduga terpapar COVID-19. Sebab, AM telah menajalni rapid test dan menunjukan hasil reaktif.

"Tahanan ini merupakan titipan Kejari Kabupaten Tasikmalaya. Ada sembilan tahanan yang semula akan dititipkan. Namun, satu dari sembilan tahanan ini reaktif setelah menjalani test cepat," kata Kepala Lapas Tasikmalaya Kelas II B Tasikmalaya, Sualrdi kepada RRI, Rabu (6/5/2020).

Sulardi juga memastikan hasil rapid test itu yang mencemaskan warga Lapas Kelas II B Tasikmalaya saat ini.

"Hasil rapid test-nya positif. Jadi, kami kembalikan ke Kejaksaan," terang Sualrdi.

Sejak awal l, kata dia, Lapas telah sepakat dengan Kepolisian dan Kejaksaan. "Jika hendak menitipkan tahanan, harus sesuai protokol kesehatan. Termasuk, salah satunya melakukan rapid test," ujar dia.

Kejaksaan pada dasarnya, lanjut dia, sudah menyertakan keterangan sehat para tahanan. Bahkan, surat keterangan sehatnya berlogo Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.

"Kami harus memastikan kembali. Kami melakukan rapid test. Dan hasilnya, dari sembilan tahanan, satu orang reaktif. Yang reaktif itu adalah tahanan kasus miras," ungkapnya.

Sementara itu, satu tahanan yang dinyatakan reaktif, sudah dibawa kembali pihak Kejaksaan. Sedangkan delapan lainnya harus menjalani isolasi, meski diperbolehkan masuk Lapas.

"Mereka akan diisolasi selama 14 hari," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00