Predikat Adiwiyata Mandiri SMA N 1 Ajibarang, Picu Sekolah Lain

KBRN, Purwokerto : Sebagai satu satunya sekolah dengan predikat Adiwiyata Mandiri di kabupaten Banyumas saat ini, SMA Negeri 1 Ajibarang  memandang perlu untuk berbagi pengalaman dan membuka forum diskusi untuk menyelesaikan masalah ini dengan menyelenggarakan Outdoor Study (ODS) dan Focus Group Discussion (FGD). 

“ODS dan FGD ini merupakan sarana edukasi dan wahana komunikasi sekolah sekolah adiwiyata dalam rangka meningkatkan kesadaran konservasi alam sejak dini sehingga membentuk masyarakat yang memiliki  gaya hidup berwawasan lingkungan,” ungkap Sekretariat Panitia dan  Humas SMA Negeri 1 Ajibarang Ir’syam Prihadi, Selasa (15/1/2019) di sela acara  ODS dan FGD. 

Menurutnya ODS dan FGD diikuti 161 peserta terdiri dari Kepala Sekolah, guru, dan siswa kader SMA, SMK, SMP, dan SD Sekolah Adiwiyata Mandiri, Adiwiyata Nasional, Adiwiyata provinsi, dan Adiwiyata kabupaten se-kabupaten Banyumas, Sekolah imbas adiwiyata mandiri SMA Negeri 1 Ajibarang, dan Komite sekolah.

Pada hakekatnya menurut Ir’syam, peran sekolah adiwiyata adalah untuk membentuk generasi lingkungan yang memiliki karakter cinta lingkungan, literate, sehat, menghargai budaya lokal, memiliki iman dan taqwa yang tinggi, dan memiliki aneka keunggulan serta mampu mengimplementasikannya dalam gerakan gerakan sekolah.

Diharapkan, ke depan alumni sekolah adiwiyata akan menjadi aset negara yang sangat berharga yaitu sebagai bagian anggota masyarakat yang mampu berharmoni dengan alam, peduli dengan alam, dan senantiasa berupaya untuk melestarikan alam.

Kegiatan ODS dan FGD menghadirkan pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, unsur komite sekolah, dan sekolah-sekolah adiwiyata di Kabupaten Banyumas.

ODS dan FGD dapat menjadi Role Model bagi komunitas penggiat lingkungan yang berperan serta dalam penyelamatan sumberdaya alam, ekosistem, dan lingkungan hidup.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat ditemukan solusi bagi upaya tetap menjaga kekuatan semangat adiwiyata di sekolah sekolah.  Menjadi sarana edukasi dan wahana komunikasi antar sekolah adiwiyata sebagai komunitas penggiat lingkungan hidup dalam rangka meningkatkan kesadaran konservasi alam sejak dini sehingga menjadi gaya hidup yang berwawasan lingkungan bagi warga sekolah dan masyarakat. 

"Selain itu ditemukan upaya promosi sadar lingkungan dalam dunia pendidikan.  melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berakhlakul karimah dan berwawasan lingkungan, dan membentuk perubahan perilaku masyarakat sadar lingkungan dengan pemberdayaan komunitas dan kearifan lokal". katanya.

Semenetara itu, Kasi SMA dan SLB Cabang Dinas pendidikan wilayah X, dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Jawa Tengah Yuniarso K Adi, menilai  predikat sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri tingkat Nasional bagi SMA Nageri satu Ajibarang, benar-benar membangakan.

“Hari ini SMA N 1 Ajibrang menggelar ODS dan FGD menjadi bukti bahwa, masih ada kerja sama yang baik antara SMA SMK dengan SMP yang selama ini ditengarai  dipisaahkan kewenangan SMA SMK ke pemerintah provinsi. Tetapi dengan adanya kerja sama antara sekolah yang punya predikat Adiwiyata ini menunjukan kolabiorasi yang posotif dalam mengembangkan potensi lokal dalam memajukan lingkungan di daerah” ungkap Yuniarso.

Yuniarso berupaya akan mendorong SMA dan SMK yang punya potensi lingkungan   belum optimal diberdayakan, untuk menuju sekolah adiwiyata.

Bentuk Kegiatan dalam ODS, yaitu belajar bersama kader generasi lingkungan SMA Negeri 1 Ajibarang, Talkshow “Membangun Kekuatan Semangat Adiwiyata” dan  Penyerahan bantuan sekolah lingkungan dan pembagian bibit tanaman kepada peserta kegiatan.

Talkshow menghadirikan nara sumber dari  DLH Kabupaten Banyumas, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Pengawas SMA dan Kepala SMA Negeri 1 Ajibarang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00