Garuda Alami Gangguan Teknis, Kepulangan Dua Kloter Jemaah Haji Terlambat

KBRN, Madinah : Dua kloter jemaah haji Indonesia dari Embarkasi Banjarmasin (BDJ) kloter BDJ 09 dan BDJ 10 mengalami keterlambatan penerbangan ke tanah air. Hal itu disebabkan adanya gangguan teknis dari maskapai Garuda Indonesia yang akan mengangkut jemaah di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara.

"Dari informasi yang kami terima ada permasalahan teknis di Bandara Kualanamu, bandara transit. Jadi pesawat dari Banjar (Banjarmasin) sebelum sampai ke Madinah ini, mereka harus transit dulu di Kualanamu Medan, dan itu ada permasalahan teknis dengan pesawat di Kualanamu," kata Kepala Daerah Kerja Bandara, Arsyad Hidayat, di Bandara Prince Muhammed bin Abdulaziz Madinah, Minggu (1/9/2019) malam Waktu Arab Saudi.

Arsyad menyebutkan, pesawat yang terlambat tiba di Bandara Madinah tersebut adalah GA 8209 dan GA 8210.  Akibat keterlambatan itu, maka untuk BDJ 09 keterlambatan atau delay yang dialami cukup lama yakni sekitar 9 jam lebih. Jemaah yang seharusnya tebang pada Minggu (1/9/2019) pukul 22.40 WAS diundur menjadi Senin (2/9/2019) pukul 08.35 WAS.

Sementara untuk BDJ 10 keterlambatan yang dialami sekitar 3 jam lebih. Jemaah yang seharusnya terbang pada Selasa (3/9/2019) pukul 10.30 WAS diundur menjadi pukul 14.15 WAS pada hari yang sama.

Arsyad menjelaskan, untuk kasus delay, PPIH Arab Saudi memiliki kontrak dengan pihak maskapai.

"Jadi kalau melebihi dari 6 jam, pihak maskapai harus menyiapkan akomodasi beserta kebutuhan lainnya seperti makan dan lainnya," kata Arsyad.

Dikatakan Arsyad, kondisi seperti itu sudah pernah dilakukan oleh maskapai Garuda saat delay jemaah haji kloter BDJ 05 di Makkah beberapa waktu lalu.

"Jadi mereka langsung menyiapkan akomodasi di hotel Nabaris sekitar Jeddah dan itu mereka lakukan sesuai kesepakatan. Jadi ketika jamnya akan tiba mereka langsung memberangkatkan jemaah tersebut," pungkasnya. (Foto : MCH/Fajar)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00