17 Jemaah Haji dari Madinah Pindah Kloter

KBRN, Madinah : Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah terus mendata jemaah haji yang akan ditanazulkan atau pindah kloter dalam pemulangannya ke Tanah Air.

Menurut dr Dian Citra, Pejabat Tanazul KKHI Madinah, hingga saat ini ada 17 jemaah haji Indonesia gelombang kedua

sudah diajukan untuk tanazul baik tanazul awal yakni mendahului kloternya atau tanazaul akhir yakni lebih lama dari kloternya.

Dian menjelaskan, sebenarnya ada 30 pasien yang diajukan untuk tanazul namun baru 17 yang mendapat seat.

"Kalau yang mengajukan itu banyak, ada sekitar 30. Tapi yang sudah dapat seat itu ada 17," kata Citra di KKHI Madinah, Sabtu (31/8/2019).

Dikatakan Dian, beberapa kriteria jemaah haji yang dapat ditanazulkan antara lain kondisi kesehatannya stabil dan layak terbang, usianya lebih dari 90 tahun dan terkahir pasien diabetes dengan kondisi yang cukup parah.

Menurut Dian, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan dokter penerbangan dan KUH Madinah sebelum mentanazulkan pasien karena selain kondisi kesehatan, pasien harus dipastikan telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.

Sementara Kepala Seksi Kesehatan Daker Madinah Edi Supriyatna mengatakan, jemaah haji yang ditanazulkan merupakan pasien yang memiliki risiko internal jika tinggal terlalu lama di Arab Saudi yakni penyakitnya akan semakin berat.

Karena itu, jemaah haji tanazul akan terus didampingi dokter dan tim kesehatan mulai dari KKHI Madinah atau RSAS sampai ke bandara, di pesawat hingga tiba di tanah air, ada tim kesehatan yang mendampingi untuk memantau kondisi jemaah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00