Jemaah Haji Meninggal Tahun Ini Naik 15 Persen

KBRN, Madinah : Jumlah jemaah haji meninggal dunia di Arab Saudi tahun ini mengalami peningkatan yakni naik 15 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Siskohat Kemenag RI, hingga Senin (26/8/2019) pukul 19.35 WAS, jemaah haji meninggal dunia tercatat sebanyak 347 orang.

Menurut Kepala Seksi Kesehatan PPIH Daker Madinah, Edi Supriyatna, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, angka tersebut lebih tinggi.

"Tahun lalu itu ada 292 yang meninggal di hari yang sama, periode yang sama, naik 15 persen. Karena itu harus kita tekan, kita harus lakukan satu upaya untuk menekan ini," kata Edi saat melakukan sosialisasi kesehatan kepada perwakilan jemaah haji di Sektor 1 Madinah, Senin (26/8/2019).

Ia menjelaskan, ada tiga penyakit yang menyebabkan jemaah haji meninggal dunia tersebut. Pertama karena sakit jantung, kedua saluran pernapasan, dan terakhir karena sirkulasi yaitu penyakit stroke. Edi mengungkapkan, penyakit-penyakit itu muncul karena perilaku dari jemaah itu sendiri.

"Semua tercetus karena perilakunya. Jadi dia kelelahan sehingga tercetus gangguan jantungnya, dan lainnya, sehingga dirujuk ke RSAS (Rumah Sakit Arab Saudi), akhirnya bisa meninggal," ujar Edi.

Dikatakan Edi, meningkatnya jumlah jemaah meninggal tersebut dibandingkan tahun lalu bukan karena banyaknya jemaah lansia dan risti yang mencapai 60 persen lebih.

"Kalau ristinya banyak tapi pencetusnya bisa kita tekan, bisa kita kendalikan ya tidak masalah. Tapi kalau sedikitpun jumlah risti-nya tapi tidak kita kendalikan pencetusnya, bisa jadi gangguan kesehatan juga," ungkapnya.

Edi Supriyatna menuturkan, banyaknya jemaah meninggal karena kelelahan yang diakibatkan aktivitas jemaah tersebut.

"Sebenanrya ada satu keinginann dari jemaah haji untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan tuntutan (agama). Tapi terkadang jemaah tidak mengetahui faktor resiko yang ada pada dirinya. Dia sudah ada penyakitnya, lelah, dia paksakan diri. Itu yang perlu kita edukasi pada jemaah. Kita lakukan pendekatan agar aktivitasnya dibatasi," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00